Home » » LEWAT BAU NAFAS, PENYAKIT BISA DIDETEKSI

LEWAT BAU NAFAS, PENYAKIT BISA DIDETEKSI

Written By Ratiz On on Sabtu, 12 April 2014 | 19.40

Kesehatan - Untuk mendeteksi penyakit yang dialami seseorang, biasanya kondisi tubuhlah yang menjadi indikator. Kini, dengan perangkat yang disebut 'hidung elektronik', masalah kesehatan bisa dideteksi melalui bau nafas yang tercium.


Dikutip dari Daily Mail, Rabu (12/3/2014) orang dengan diabetes bau nafasnya akan berbau seperti vernis kuku, gangguan hati dengan bau ikan mentah, infeksi kandung kemih menimbulkan bau amonia dan rubella dengan bau seperti bulu yang berkeringat.

Tak hanya itu, schizophrenia pun bisa dideteksi dengan aroma nafas orang yang bersangkutan berbau seperti cuka sedangkan pada typus, bau nafas seseorang seperti kulit atau roti yang baru dipanggang. Nah, jika tercium aroma seperti bir basi, pasien bisa jadi mengalami infeksi kelenjar getah bening.

Bahkan, pekan lalu peneliti menyatakan bahwa mesin yang diberi nama BreathLink ini bisa 'mengendus' kanker payudara dan hasilnya sama efektifnya seperti mammogram. Menurut dr George Preti di Monell Chemical Senses Center, Philadelphia pada dasarnya seseorang bisa mencium aroma tidak sedap ketika ia atau orang lain terkena kanker.

"Saya berharap temuan ini bisa mengarah pada cara baru untuk mendiagnosa kanker lebih awal. Terutama kanker ovarium yang sering tak terdiagnosa sampai stadium lanjut," kata dr Preti.

Ia mengatakan tubuh memproduksi bahan kimia sebagai hasil metabolisme normal tetapi sel-sel kanker membuat metabolisme terganggu hingga pada tubuh timbul bau yang berbeda.

Oleh karena itu, dr Preti bekerja sama dengan Penn Vet Working Dog Center untuk menciptakan sebuah chip. "Anda bisa memiliki kekuatan hidung anjing pada chip kecil seukuran kuku," ujar dr Preti.

Sementara itu, peneliti di University of Konstanz , Jerman mengatakan pengujian pada BreathLink menunjukkan hasil alat ini bisa mendeteksi kanker payudara melalui napas pasien. Perangkat ini bisa memberikan hasil dalam waktu sepuluh menit dan bisa mencegah pasien terkena sinar-X.