Home » , » PEMILU 2014, PAN OPTIMIS SUARA MENINGKAT

PEMILU 2014, PAN OPTIMIS SUARA MENINGKAT

Written By Ratiz On on Kamis, 06 Maret 2014 | 00.21


VIVAnews - Partai Amanat Nasional (PAN) optimistis perolehan suara di Pemilu 2014 akan jauh lebih baik dibanding perolehan suara partai itu di Pemilu 2009 lalu.

"Kami merasa optimis bahwa tekad untuk meraih hasil yang lebih baik dibanding Pemilu 2009 akan bisa diwujudkan. Dengan target 'satu dapil satu kursi' diharapkan bisa diraih," kata Wasekjen PAN, Teguh Juwarno, dalam keterangan persnya, Rabu 5 Maret 2014.

Keyakinan itu, kata Teguh, didasarkan pada komitmen kader dan caleg yang bekerja keras di semua tingkatan. Dan untungnya, tidak ada kader yang menjadi perhatian publik karena kasus etika maupun korupsi.

"Dari indikator berbagai survei menunjukkan kecenderungan yang terus meningkat. Semoga situasi ini bisa terus kami pertahankan hingga April nanti," kata dia.

Yang semakin membuat PAN percaya diri adalah melihat semakin meluasnya dukungan terhadap PAN yang datang dari berbagai kalangan. Baik masyarakat kelas bawah, sampai kelompok menengah.

"Ini sejalan dengan keinginan PAN untuk menjadik partai reformis yang merupakan miniatur Indonesia. Di mana PAN menjadi pilihan utama," tegasnya.

Di sisi lain, PAN juga memiliki Ketua Umum Hatta Radjasa, yang merupakan sosok yang tidak punya persoalan mendasar terkait integritas. Bahkan Menko Perekonomian itu dianggap memiliki kelebihan soal kapabilitas dan pengalaman di kabinet sebagai menteri di empat bidang berbeda.

"Memang dibanding beberapa figur capres lain, beliau masih kalah dalam survei-survei. Namun ini disebabkan karena dia selama ini lebih mendahulukan tugas negara sebagai Menko Perekonomian dengan sebaik-baiknya," katanya.

Sementara itu, Pengamat Politik Asep Warlan Yusuf menilai PAN sudah tepat ketika menyasar berbagai kelompok masyarakat untuk dijadikan massa pemilih di Pemilu 2014. Sebab sistem demokrasi dan pemilihan di Indonesia memang mensyaratkan semua parpol harus merangkul semua kalangan bila ingin menjadi pemenang.

"Kalau PAN mau menang, dia harus masuk ke semua kalangan. Kalau ingin berkuasa, dia harus dengan kuantitas dukungan, tak cukup hanya kualitas," kata Asep.

Basis PAN selama ini hanyalah di kalangan menengah atas, Muslim Perkotaan, dan kalangan Muhammadiyah. Basis demikian menjamin sebuah kualitas dukungan, namun belum kuantitas. (eh)