Home » » MAHASISWA UNTAG BANYUWANGI GELAR AKSI DEMO TOLAK PENDIRIAN UNAIR

MAHASISWA UNTAG BANYUWANGI GELAR AKSI DEMO TOLAK PENDIRIAN UNAIR

Written By Ratiz On on Minggu, 16 Maret 2014 | 09.34

Banyuwangi - Aksi demo yang digelar puluhan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Banyuwangi pada Kamis (13/03) siang, mendesak Pemkab untuk mengkaji ulang pendirian Universitas Airlangga (UNAIR) di Banyuwangi.


Dengan didampingi beberapa wakil Rektor dan dosen pengajar, puluhan mahasiswa ber-almamater merah itu melakukan orasi penolakan UNAIR sembari menggelar aksi theaterikal didepan Kantor Bupati Banyuwangi. Kutipan beritalima.com

Dalam orasinya mahasiswa UNTAG mendesak Pemkab mengevaluasi rencana pendirian UNAIR di Banyuwangi yang saat ini masih menimbulkan polemik. Selain itu Pemkab juga diminta lebih memperhatikan Perguruan Tinggi swasta yang selama ini turut berpartisipasi dalam pembangunan. "Mahasiswa Banyuwangi siap memprotes setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang akan berdiri di Banyuwangi," ucap salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Disaat itu, beberapa perwakilan UNTAG pimpinan Didik Suhariyanto diberi kesempatan untuk dialog dengan beberapa Asisten di Pemkab Banyuwangi.

Kepada wartawan Didik Suharyanto mengatakan terkait pendirian kampus UNAIR perlu dilakukan kajian ulang, jika Pemkab ingin mendirikan PTN di Banyuwangi harus menyesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat yang ada, agar tidak merugikan Perguruan Tinggi lain yang sudah ada.

Hasil dialog kata Didik, Pemkab berjanji akan melakukan komunikasi lanjutan dengan pihak UNTAG untuk bersama-sama mencari formulasi yang tepat dalam mendirikan Kampus Negeri di Banyuwangi. "Kata pak Sulihtiyono (Asisten Adminstrasi Umum) memang regulasinya ini belum ketemu, dengan melakukan pengkajian kita cari apa regulasi yang tepat, karena itu pendirian UNAIR di Banyuwangi perlu dikaji ulang," jelas Didik.

Terpisah, Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Masyarakat, Wiyono mengatakan rencana pendirian UNAIR di Banyuwangi adalah program dari Pemerintah pusat, dan keinginan untuk mendirikan PTN adalah wacana yang direncanakan sejak era Bupati Banyuwangi di awal orde baru.

"Pendirian UNAIR itu keinginan Kementrian Pendidikan," tuturnya. Selanjutnya menurut Wiyono, untuk mewujudkan keinginan tersebut Bupati Banyuwangi memfasilitasi tempat dengan menyediakan lahan untuk Kampus UNAIR nanti. Terlebih Bupati terdahulu pernah mendapat tawaran untuk mendirikan Kampus Negeri di Banyuwangi yang diberi nama Unversitas Tawang Alun, namun ternyata Bupati kala itu tidak bisa memfasilitasi hingga akhirnya Pemerintah pusat memutuskan mengalihkan pendirian Kampus Negeri tersebut ke Jember yang saat ini bernama UNEJ.

Sedangkan fakta dilapangan lanjut Wiyono, Perguruan Tinggi di Banyuwangi tak mampu menampung mahasiswa berprestasi asal Banyuwangi, yang akhirnya memilih kuliah diluar Banyuwangi.

"Kehadiran UNAIR saya harap bisa menjadi daya tarik kemajuan di berbagai bidang, karena daerah tempat berdirinya Kampus Negeri perekonomiannaya akan semakin maju, dan dipastikan bisa membuat maju Universitas swasta yang ada disekitarnya," pungkas Wiyono.