Home » » CALEG NASDEM DIANIAYA DI KOTA LANGSA

CALEG NASDEM DIANIAYA DI KOTA LANGSA

Written By Ratiz On on Minggu, 16 Maret 2014 | 09.52

LANGSA - Satu peristiwa yang dilaporkan nyaris berujung maut menimpa seorang calon anggota legislatif (caleg) DPRA dari Partai Nasdem bernama Muslim alias Cut Lem. Laki-laki yang bertempat tinggal di Lorong Bale Krueng, Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota tersebut mengaku diculik, dianiaya, dan dimasukkan ke goni yang menggunakan pemberat. Diduga komplotan pelaku berusaha menghabisi Cut Lem dengan cara melemparkan ke sungai.


Cut Lem yang diwawancarai Serambi di Ruang Rawat Inap RS PTPN I Langsa, mengatakan, peristiwa itu terjadi Sabtu (15/3) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. Waktu itu, dia baru saja tiba di rumahnya dengan mengendarai sepeda motor dari rumah rekannya sesama caleg Nasdem di Gampong Matang Seulimeng, Kecamatan Langsa Barat.

Ketika hendak masuk rumah, mendadak dihadang dua pria berhelm menggunakan sepeda motor yang menggunakan senjata api laras pendek.

Di bawah todongan pistol, Cut Lem diajak naik sepeda motor pelaku. Kepala dan wajah korban ditutup oleh pelaku dengan kain sarung kemudian sepeda motor mengarah ke Jembatan Titi Camat.

Menurut perkiraan Cut Lem, setibanya di persimpangan jalan menuju Unsam dan STAIN Zawiyah Cot Kala, Gampong Meurandeh, Kecamatan Langsa Lama, sepeda motor yang membawanya mengarah ke kanan yaitu Gampong Sidodadi dan berhenti di sebuah rumah. Di sana Cut Lem dipukul dengan kayu balok dan ditunjang hingga pingsan.

“Saya tak tahu lagi apa yang terjadi tetapi saya menduga di rumah itulah pelaku mengganti kendaraan dari sepeda motor ke mobil. Sebab, ketika tersadar, saya sudah berada di dalam mobil jenis minibus namun saya tak tahu mobil apa,” ujar Cut Lem.

Saat tersadar, Cut Lem merasakan sakit yang luar biasa. Kepala dan bagian mukanya dilakban, tangan diikat ke belakang, kaki juga terikat. Sebagian tubuhnya dimasukkan ke goni yang diisi batu untuk pemberat. “Dari cara mereka memperlakukan saya, hampir bisa dipastikan adalah untuk target membunuh, dan kemungkinan saya akan dilemparkan ke sungai,” kata Cut Lem yang terlihat masih sangat trauma.

Dalam keadaan sudah tersadar, Cut Lem berusaha menguping gerak-gerik dan pembicaraan orang dalam mobil yang diyakini berjumlah lebih satu orang. Salah satu isi pembicaraan yang sempat didengar Cut Lem adalah pintu belakang mobil yang belum tertutup rapat.

Mendengar informasi itu, dengan sekuat tenaga Cut Lem merapatkan tubuhnya ke pintu. Lalu, dengan sisa-sisa kekuatan, dia dorong pintu tersebut hingga terbuka dan dia pun melompat ke luar. Lokasi korban melompat adalah di sekitar Jalan Lingkar PTPN I Langsa, antara Gampong Karang Anyar-Gampong Lengkong, Kecamatan Langsa Baro.

Mengetahui korban melompat, mobil pelaku langsung berhenti. Untungnya, pada saat bersamaan melintas sebuah sepeda motor sehingga pelaku lebih memilih kabur, meski pada akhirnya pengemudi sepeda motor tidak melihat korban.

“Saya terus berupaya sekuat tenaga sambil mengesotkan tubuh ke pinggir jalan dan kemudian bersembunyi di balik pohon sawit yang ada di pinggir jalan lingkar itu. Pelaku tidak berusaha mencari,” kata Cut Lem.

Usai azan subuh, Cut Lem masih terus berusaha membebaskan diri dari ikatan sambil terus keluar ke badan jalan. Selanjutnya, dalam keremangan pagi, seorang security melintas dan melihatnya. Korban langsung ditolong oleh security tersebut dan selanjutnya dibawa ke RS Cut Meutia PTPN I Langsa. Dikutip beritalima.com

Kabar penculikan disertai upaya pembunuhan caleg Nasdem tersebut merebak cepat di kalangan masyarakat termasuk pimpinan partai dan rekan-rekan korban sesama caleg. Pihak kepolisian pun turun tangan melakukan pengusutan.

Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPW Nasdem Aceh, Auzir Fahlevi SH kepada Serambi, Sabtu (15/3) mengecam keras tindakan kekerasan yang menimpa caleg DPRA dari Nasdem atas nama Muslim dari Dapil 7 (Langsa dan Tamiang).

“Kami melihat kasus-kasus kekerasan yang menimpa kader Partai Nasdem lebih didasari pada aspek politis semata, tetapi kami tidak bisa menyimpulkan terlalu jauh karena menghargai proses hukum yang tengah dilakukan oleh pihak kepolisian,” kata Auzir (red)