Home » » 57% KARYAWAN CITIBANK INDONESIA PEREMPUAN

57% KARYAWAN CITIBANK INDONESIA PEREMPUAN

Written By Ratiz On on Jumat, 14 Maret 2014 | 12.31


Citi Indonesia memiliki fokus yang kuat atas pengembangan kapasitas perempuan sebagai pemimpin dan penggerak roda ekonomi. Citi Indonesia juga bekerjasama dengan UKM Center FEUI. Angga Bratadharma

Jakarta–Citibank Indonesia menilai, perempuan memiliki peranan begitu penting dalam berperan menumbuhkan bisnis dan ekonomi secara nasional, termasuk di Citibank Indonesia. Di Citibank Indonesia sebanyak 57% karyawan dari keseluruhan Citibank Indonesia adalah perempuan.

Citi Country Officer Indonesia, Tigor M. Siahaan mengatakan, bagi Citibank Indonesia perempuan membawa suasana berbeda saat mengambil keputusan, termasuk menawarkan ide-ide dalam rangka menumbuhkan bisnis. Untuk itu, Citi di seluruh dunia secara serentak merayakan International Womens Day.

“Karena Internasional Womens Day, maka di 89 Negara yang ada Citibank merayakan secara serentak hari tersebut, dengan 200 event di negara tersebut yang melibatkan Citibank”, kata Tigor, dalam acara Hari Perempuan Sedunia yang diselenggarakan Citibank, di Plaza Bapindo, Jakarta, Selasa, 11 Maret 2014.

Tigor mengatakan, sekarang ini prosentase karyawan perempuan di Citibank Indonesia terbilang besar. Secara statistik, Citibank Indonesia di dominasi perempuan sebanyak 57% secara keseluruhan, dan sisanya 43% adalah laki-laki. Angka 57% mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 54%.

“Dari senior vice president rasionya masih cukup tinggi walau masih dbawah angka 57% atau tepatnya sekotar 47% dari senior vice president adalah perempuan. Cukup membanggakan”, jelas Tigor.

Tigor menambahkan, Citibank Indonesia memiliki fokus yang kuat atas pengembangan kapasitas perempuan sebagai pemimpin dan penggerak roda ekonomi. Citibank Indonesia juga bekerjasama dengan UKM Center FEUI untuk memberikan pelatihan khusus tentang kewirausahaan dan kepemimpinan serta bantuan dana modal usaha kepada para perempuan.

“Bukan kesetaraan gender yang hanya kita cari tapi bagaimana memberikan kesempatan kepada perempuan, baik mendapatkan perbedaan ide bisnis maupun membangun bisnis”, pungkas Tigor. (*)