Home » , » GUBERNUR DAN BUPATI DISAMBATI KEPERLUAN MANDI

GUBERNUR DAN BUPATI DISAMBATI KEPERLUAN MANDI

Written By Ratiz On on Sabtu, 15 Februari 2014 | 19.47

PUJON – Letusan Gunung Kelud, benar-benar membuat pejabat di Jawa Timur, kalang kabut. Kemarin, mulai Gubernur Jatim, Soekarwo hingga Bupati Malang, Rendra Kresna, sudah berada di lokasi pengungsian.


Terhadap keduanya, pengungsi meminta diperhatikan keperluan mereka. Dari makanan, hingga keperluan mandi. Pakde Karwo, panggilan akrab Gubernur Jatim yang baru dilantik, Rabu (12/2) kemarin berada di beberapa lokasi pengungsian warga. Termasuk di kantor Kecamatan Pujon. Sebelumnya, Pakde Karwo sempat menggelar pertemuan dengan Muspida. ‘’Pasta gigi, selimut dan makanan bayi belum ada, Pak. Kalau makanan, sudah siap,’’ ungkap seorang warga, kepada Pakde Karwo.

Merespon kebutuhan itu, Pakde berjanji akan langsung memenuhi hari itu juga. ‘’Kalau perlu, belanja dinas tahun ini, dihentikan dulu. Prioritas tolong para pengungsi. Untuk bantuan, tidak ada batasnya,’’ tegas Pakde kepada Muspida yang mendampingi. Dia juga menyebut, kebutuhan yang harus diberikan adalah air bersih, keperluan untuk MCK (mandi, cuci, kakus), makanan bayi dan makanan siap pakai.

Gubernur dua periode ini juga meminta kepada BPBD Kabupaten Malang, untuk segera mengevakuasi warga yang masih berada di lokasi berbahaya, tapi belum mau turun.

‘’Sampai sekarang (petang kemarin, Red.), ada satu dusun di Desa Sidodadi-Kecamatan Ngantang, yang tidak ingin dievakuasi. Makanya, Muspida akan bertindak tegas dengan mengangkut paksa mereka,” tambahnya.

Sedang Rendra Kresna, sudah ada di lokasi pengungsian sejak Kamis (14/2) malam kemarin. Dia langsung memimpin proses evakuasi.

Bahkan Rendra ‘memindahkan’ kantornya di kantor Kecamatan Pujon. ‘’Pada waktu meletus mereka terjebak, mulai jam 11 malam. Yang dari atas nggak bisa turun, dan yang mau ke atas nggak bisa naik,’’ terang Rendra berkisah saat ditemui Malang Post di posko, kemarin.

Dia yang didampingi Jajuk Rendra menyebut, letusan Gunung Kelud ini melibas sejumlah desa di Kecamatan Ngantang. Desa Pandansari, Sumber Agung, Palem Rejo dan Jombok. Sedangkan, untuk di wilayah Kecamatan Kasembon pada dua desa yakni Mendalan dan Pondok Agung, dan Kecamatan Pujon hampir seluruh desa terdampak oleh hujan abu vulkanik.

’’Kalau korban di Pandansari sudah semua dievakuasi, sebagian ke Desa Ngantru ke Banjar Rejo dan Sidodadi. Kami terus lakukan bersama TNI dan Polri. Pandansari disitu sekitar 10 persen yang masih belum dievakuasi, namun saat ini, sudah kami lakukan evakuasi dan habis,’’ ucap Rendra.

Dia mengakui, awalnya letusan diprediksi akan menghantam Pagersari dan Ngantru. Tapi justru kedua desa aman. Sementara desa-desa ibukota kecamatan, seperti Palemrejo, Sumber Agung dan Pandansari, yang kena parah, lantaran tiupan angin.

’’Redanya kira-kira jam 3 pagi (Jumat pagi, Red.). Mereka baru membawa korban ke Selorejo, Banjarejo dan Sidodadi. Di perkotaan dikirim ke Pujon, tadi malam (Kamis malam, Red.),’’ tambahnya.

Dalam proses evakuasi tersebut, tidak hanya melibatkan BPBD saja. Tapi juga melibatkan seluruh unsure yang ada. Terutama sekali polisi dan TNI.

Polres Polres Malang sendiri, menerjunkan 18 unit mobil patroli jenis Strada Doubel Cabin. Mobil dengan bak belakang terbuka itu, untuk membantu mengevakuasi warga ke tempat penampungan. Sekaligus membantu patroli di lokasi perkampungan warga yang ditinggal mengungsi.

Kabag Ops Polres Malang Kompol Imam Rofik mendampingi Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, mengatakan 18 unit mobil strada yang di-BKO-kan ke lokasi letusan Gunung Kelud dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama Jumat pagi sekitar pukul 05.00 diberangkat untuk membantu evakuasi warga di wilayah Kota Batu, Kecamatan Pujon dan Ngantang.

‘’Gelombang pertama ini hanya delapan unit mobil strada dengan 20 personil. 8 Unit mobil yang kami berangkatkan untuk membantu evakuasi, adalah dari Polsek Pakisaji, Pakis, Jabung, Poncokusumo, Karangploso, Tajinan, Wagir serta Kecamatan Tumpang,’’ ungkap Imam Rofik.

Sedangkan rombongan gelombang kedua sore kemarin pukul 17.00 sebanyak 10 unit mobil strada dengan 21 personil. Gelombang kedua ini di-BKO-kan untuk membantu evakuasi warga di wilayah Blitar.

‘’BKO mobil Strada beserta personil ini adalah perintah langsung dari Kapolda Jatim. Mereka akan kami siagakan selama tiga hari. Tetapi jika masih dibutuhkan, maka akan tetap disiagakan sampai kondisi benar-benar aman,’’ paparnya.

Selain personil dan 18 unit mobil yang sudah diterjunkan untuk membantu evakuasi, Polres Malang juga menyiagakan 1 SSK personil (102 personil) yang on call, jika memang sewaktu-waktu dibutuhkan.

‘’Malam hari pun jika memang dibutuhkan sudah siap berangkat. Selain itu, nanti kami juga akan memberikan bantuan sembako ke para korban bencana letusan Gunung Kelud,’’ katanya.