Home » , » PRIA INI GEMBOK CELANA KEKASIHNYA DEMI JAGA KEPERAWANAN

PRIA INI GEMBOK CELANA KEKASIHNYA DEMI JAGA KEPERAWANAN

Written By Ratiz On on Senin, 14 Oktober 2013 | 12.55

MEKSIKO, Kesetiaan dalam berhubungan memang penting dalam sebuah hubungan, tak terkecuali bagi pria asal Meksiko ini. Dia memaksa kekasihnya untuk memakai gembok di celana demi menjamin kesetiaan seksual atau menjaga virginitas sang kekasih.


Ironisnya, hal ini sudah dilakukan pria itu selama bertahun-tahun. Pihak berwenang mengatakan kekasih sang pria yang berusia 25 tahun itu akhirnya berani buka mulut karena ia tidak bisa buang air kecil selama beberapa jam disertai rasa sakit yang tak tertahankan.

Dilaporkan WTKR, pasangan ini hidup di desa miskin di negara bagian Teluk Meksiko, Veracrus, demikian dilansir Inquisitr, Jumat (11/10/2013).

Wanita ini mengatakan kepada polisi bahwa pacarnya mengharuskan dia memakai gembok yang bertindak sebagai sabuk kesucian selama bertahun-tahun. Gembok ini membuatnya sulit mencopot celana dan bahkan ia takut untuk memotong gembok tersebut.

Setelah polisi menangkap kekasih wanita, si pria lantas memberikan kunci gembok tersebut. Setelah berhasil dibuka, anehnya wanita yang tidak disebutkan namanya ini tidak ingin menuntut kekasihnya.

"Tersangka masih ditahan atas tuduhan pelanggaran namun dilepaskan beberapa jam kemudian," kata Araceli Gonzales, Direktur Eksekutif Equifonia, kelompok pembela hak-hak perempuan.

"Keesokan harinya pacarnya menandatangani perjanjian bahwa ia tidak akan menggunakan gembok lagi atau melakukan penyiksaan lain terhadap si wanita," lanjut Gonzales.

Otoritas setempat menyatakan bahwa tidak ada yang bisa mereka lakukan karena si wanita tidak ingin mengajukan tuntutan kepada pria tersebut. Namun menurut Gonzales ada konsekuensi berbahaya jika membiarkan pria itu bebas berkeliaran.

"Wanita itu adalah korban kejahatan selama 12 tahun dan tidak ada masyarakat atau pemerintah yang melakukan tindakan. Penanganan kasus ini tidak mengikuti hukum, tidak ada yang bertindak melawan agresor," kata Gonzales.