Home » » MAMAN, TAK KUASA MENOLAK DIPERKOSA MAJIKAN WANITANYA

MAMAN, TAK KUASA MENOLAK DIPERKOSA MAJIKAN WANITANYA

Written By Ratiz On on Jumat, 01 Maret 2013 | 22.11

Sebut saja namanya Maman. Umur 20an. Asal dari salah satu “penghasil” TKI terbesar Propinsi Jawa Barat.Tubuhnya cukup atletis karena sehari-harinya bekerja di kebun membantu ayahnya. Hidup dalam kemiskinan dan melalui hari-hari yang membosankan di kampung, membuat Maman nekat saat diajak temannya untuk bekerja di Arab Saudi.


Mimpi indah memiliki banyak uang lebih menjadi bayangan, daripada kisah-kisah tragis yang dialami orang-orang di kampungnya. Kisah perkosaan dan membawa janin warga di kampungnya tak sedikit menggetarkan langkahnya. Toh itu dialami oleh para wanita.

Dengan biaya dari hasil menjual tanah milik orangtuanya, maka pada hari yang ditentukan oleh agen tenaga kerja, berangkatlah Maman bersama beberapa teman di kampungnya. Sesampainya di Saudi, betapa senangnya Maman karena tak lama kemudian ia di tempatkan di sebuah rumah majikan yang kaya raya di Jeddah.

Maman bekerja membantu mengurus rumah dan kebun indah nan luas. Cocok dengan pekerjaannya di kampung, pikirnya. Bulan pertama tak ada masalah. Gaji lancar dan kebetulan jarang di rumah. Karena sebagai pengusaha, majikannya sering berkelana mengurus bisnisnya.

Sedang majikan wanitapun ada urusan ke luar negeri. Maman menikmati pekerjaannya dengan santai dan merasa betah tinggal di rumah yang begitu mewah dan luas. Kebanyakan yang bekerja adalah wanita. Hanya Maman yang berjenis kelamin pria dari beberapa pekerja di rumah itu.

Tetapi kenyamanan Maman menikmati pekerjaan mulai terganggu sejak majikan wanitanya sering berada di rumah. Suatu hari, dengan alasan untuk membenarkan kerusakan yang ada di kamar mandi majikannya, Maman di paksa untuk melayani nafsu seks majikan wanitanya yang sedang memuncak.

Sebagai lelaki, Maman tentu saja memiliki nafsu. Tetapi rasa takut membuatnya menjadi tak bergairah. Maman berusaha menghindar karena takut ketahuan majikan prianya, bisa jadi masalah. Namun, majikan wanitanya mengancam, bila Maman tak mau melayani nafsunya, maka Maman akan dituduh telah berani masuk ke kamar dan hendak mengganggunya.

Apa boleh buat. Dengan terpaksa Maman harus melayani nafsu birahi majikannya yang begitu buas. Walaupun Maman menikmati, tetapi ia kelelahan juga. Karena hari itu majikannya tidak cukup puas dilayani sekali saja. Sejak itu, Maman harus menjadi budak-budak nafsu bagi majikan wanitanya. Tak sampai disitu, ternyata majikannya juga mengajak beberapa saudara wanitanya untuk menikmati kejantanan lelaki dari Indonesia itu.

Maman benar-benar kelelahan, karena hari-harinya lebih banyak digunakan untuk mengurus kebun pribadi majikannya daripada kebun bunga di sekeliling rumah. Bukan hanya itu, beberapa saudara majikannya tak ketinggalan meminta servis khusus dari Maman memberikan perawatan kebun pribadinya yang tak terurus karena suaminya sering keluar kota.

Para wanita Arab itu memang begitu puas dengan layanan dari Maman. Tetapi Maman yang menghadapi keadaan demikian, bukannya menikmati lagi, namun justru menjadi stres karena dijadikan budak seks. Sampai-sampai burung kesayangannyapun ikut menjadi stres karena keganasan seks para wanita Arab itu, sehingga tidak bisa terbang tinggi lagi.

Lalu apa yang terjadi? Setelah kurang lebih setahun terpaksa Maman dipulangkan oleh majikannya dengan alasan tidak bisa bekerja lagi. Kasihan Maman, karena ia mengalami stres berat dan sering melamun. Maman pulang kampung masih untung membawa uang cukup banyak.

Tetapi kemudian hari-hari suram harus dilaluinya. Aku hanya bisa bergumam,”Ternyata para pekerjaan kita bukan hanya wanitanya yang dijadikan budak seks di Arab, tak ketinggalan prianya juga! Malang nian?” 

Kini, Maman seringkali melewati harinya dengan duduk tersenyum sendiri di beranda rumahnya. Entahlah apa yang sedang dibayangkannya, sehingga membuatnya senyum-senyum sendiri.

Majikannya di Arab atau burungnya yang tak bisa terbang? Entahlah…..

sumber