Home » » GAK PUNYA ETIKA! PEREMPUAN INDIA DIPERKOSA DI DEPAN SUAMINYA

GAK PUNYA ETIKA! PEREMPUAN INDIA DIPERKOSA DI DEPAN SUAMINYA

Written By Ratiz On on Minggu, 03 Februari 2013 | 12.05

Kasus pemerkosaan brutal kembali terjadi di India. 

Setelah negeri Sungai Gangga itu menjadi sorotan tajam lantaran insiden pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi di dalam sebuah bus di Ibu Kota New Delhi, kini India kembali diguncang tindak pemerkosaan terhadap seorang perempuan di Distrik Mayurbhanj, Negara Bagian Orissa.

Surat kabar Gulf News melaporkan, Rabu (23/1), korban berusia 25 tahun itu diperkosa oleh enam pria pada Ahad malam. Lebih kejinya lagi, tindak pemerkosaan ini dilakukan di depan suami korban yang saat itu diikat di sebuah pohon.


Polisi mengatakan kejadian bermula saat kedua pasangan ini pergi ke sebuah rumah sakit untuk menjenguk abang korban yang sedang dirawat lantaran mengalami kecelakaan.

Namun, usai keduanya menjenguk, dua karyawan rumah sakit itu kemudian menggoda korban saat jalan pulang. Empat karyawan lainnya kemudian ikut bergabung. Keenam pelaku kemudian memukuli suami korban dan mengikat lelaki itu di sebuah pohon ketika dia mencoba melawan.

Setelah itu, keenam pelaku langsung melampiaskan nafsu bejat mereka terhadap korban di depan suaminya. Polisi akhirnya menangkap keenam pelaku setelah keduanya melaporkan kejadian itu ke polisi. Keenam pelaku itu adalah Kundan Mukhi (23 tahun), Raghu Biswal (19 tahun), Gopi Mukhi (19 tahun), Balaram Mukhi (27 tahun), Sibaram Ghadei (20 tahun), dan Chandan Mukhi (20 tahun).

Kejadian ini turut menambah daftar panjang kasus pemerkosaan setelah sebelumnya India diguncang dengan pemerkosaan brutal terhadap perempuan 23 tahun oleh enam pria di New Delhi pertengahan bulan lalu.

Korban akhirnya meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Mounth ELizabeth akhir bulan lalu. Menurut data statistik, setiap 48 menit sekali seorang perempuan mengalami pemerkosaan di India. Rendahnya tuntutan dan tidak kerasnya hukuman bagi para pelaku pemerkosaan menyebabkan angka kejahatan terhadap perempuan meningkat.

sumber