Home » » PSIKOLOG INI MENYEMBUHKAN PASIENNYA DENGAN TERAPI TELANJANG

PSIKOLOG INI MENYEMBUHKAN PASIENNYA DENGAN TERAPI TELANJANG

Written By Ratiz On on Kamis, 31 Januari 2013 | 22.45

Sarah White, seorang psikolog mempunyai cara yang tak lazim untuk mengetahui isi hati dan masalah-masalah yang sedang dialami oleh pasiennya. Dia melakukan Naked therapy aatu Terapi Telanjang bagi pelanggannya. Ia menanggalkan seluruh pakaiannya ketika melakukan sesi tanya jawab dengan pasiennya.


Uniknya, Sarah yang membukaa tempat terapi di New York, Amerika Serikat ini tidak langsung menanggalkan semua pakaiannya, tetapi dia menanggalkannya satu per satu mulai dari blazer, kemeja, celana, dan tentu saja, pakaian dalamnya. Maka tak heran apabila kebanyakan pelanggannya adalah laki-laki.


Sarah yakin terapi ini dapat membawa pasiaennya ke alam bawah sadar sampai akhirnya pasiennya membuka hati dan pikirannya serta menceritakan seluruh masalahnya. “saya menggunakan gairah yang kuat yang membuat saya dapat mengendalikan situasi terapi. Dan sesi terapi pun menjadi lebih menyenangkan bagi pasien”, kata Sarah.


Untuk sesi pertama kali terapi, Sarah mematok tarif US$ 150. Biasanya konsultasi pertama dilakukan melalui video chat, setelah itu melalui panggilan video melalui Skype. Dan untuk beberapa kasus pasiennya boleh bertemu dengannya secara langsung.


Sampai saat ini sarah telah mempunyai lebih dari 40 pasien dari berbagai latar belakang. Ada pelajar yang mempunyai masalah seksual, ada lelaki separuh baya yang mempunyai masalah dalam hubungan asmara dan ada pula pasien perempuan.


“Terapi telanjang ini terbuka bagi siapapun. Tujuannya adalah agar para pasien saya tahu bahwa tidak ada yang saya tutup-tutupi, dan ini akan mendorong mereka untuk lebih jujur”, demikian alasannya. Jadi, untuk pasien laki-laki terapi telanjang ini membuat mereka lebih terfokus dan berkata jujur. “(Sigmund) Freud menggunakan teknik free association, maka saya menggunakan teknik (terapi) telanjang”, tambahnya.


Kalau Anda tertarik, silahkan membuka websitenya untuk membuat perjanjian terlebih dahulu. Namun dia mengakui, terapi yang dilakukannya belum mendapat rekomendasi dari panelis kesehatan yang berwenang dan dia pun belum mendapatkan lisensi resmi sebagai therapyst, Namun dia mendapat dukungan dari kekasihnya, seraya mengatakan bahwa kedua orang tuanya belum tahu mengenai terapi tak lazim yang dilakukannya ini.





kayak gini nih klu lagi praktek

sumber