Home » » TERPAKSA PINDAH KERJA KARENA PACARAN DENGAN BOS

TERPAKSA PINDAH KERJA KARENA PACARAN DENGAN BOS

Written By Ratiz On on Rabu, 12 Desember 2012 | 07.03


Pria mapan sungguh mempesona para wanita. Bahkan sebagian wanita pernah mencintai bosnya di tempat kerja. Namun, menjalin asmara dengan pria nomor satu di perusahaan tidak berarti membuat Anda semakin nyaman.

Seperti yang dialami oleh Elda, ia terpaksa harus pindah kerja karena pacaran dengan pimpinannya. Elda mengaku bahwa ia sebenarnya tidak nyaman memiliki hubungan spesial dengan atasan sendiri. "Aku sendiri nggak nyaman pacaran dengan bos," papar Elda saat dihubungi wolipop melalui telepon, Jumat (10/12/2012).

Elda yang saat itu bekerja di suatu perusahaan swasta, tidak mau rekan lainnya berprasangka buruk kalau ia akan mendapat perlakuan spesial di kantor. Selain itu, kesulitan memisahkan kehidupan pribadi dan profesional juga menjadi penyebab Elda pindah kerja.

Kepindahannya pun disetujui oleh pasangan sekaligus atasannya, Anto demi hubungan yang sudah memasuki tahap serius. Ia memutuskan meneruskan karirnya ke salah satu perusahaan swasta di Jakarta yang bergerak di bidang teknologi.

"Kalau kita pacaran antara atasan dan bawahan jadi nggak enak karena urusannya jadi nyampur soalnya kalau ribut suka masih kebawa-bawa pekerjaan. Kita ngerasa ini nggak sehat makanya aku pindah," cerita wanita berumur 23 tahun itu. Elda pertama kali bertemu dengan Anto saat proses wawancara pada bulan Mei 2011.

Ia melamar kerja untuk posisi administrasi. Setelah diterima, pekerjaan Elda merangkap sebagai sekretaris pimpinan. Ia pun kerap dijadikan media komunikasi antara bos dan rekan lainnya karena sifat Anto yang terkenal galak.

Ternyata, menjadi jembatan komunikasi membuat Elda semakin dekat dengan atasan. Hubungan mereka pun kian berkembang karena sering pergi bersama ke luar kota untuk menuntaskan proyek besar. Setelah pergantian tahun, Elda dan Anto akhirnya memiliki hubungan spesial meskipun tanpa status.

Hubungan mereka baru dianggap resmi sejak Anto mengucapkan 'Marry me' kepadanya usai merayakan Valentine bersama pada Februari tahun ini. Elda menyukai bos sekaligus kekasihnya itu karena nyambung dan bisa diajak kompromi. "Nyambung kali ya ngobrolnya, mungkin ini orang yang bisa diajakin kompromi, have fun bareng, nggak ada something special juga sih," jelasnya kemudian.

Akan tetapi, sifat Anto yang bossy dan emosian kerap membuat Elda kesal. Namun ia harus memaklumi hal tersebut serta berusaha menyesuaikan diri dengan sang kekasih agar hubungan mereka tetap berjalan harmonis. Dukungan keluarga serta teman-teman kantor membuat ia yakin dan serius menatap masa depannya bersama Anto walau mempunyai rentang umur 10 tahun.

Ia juga tidak pernah takut dipermainkan oleh Anto melihat kehidupan pasangannya yang sudah mapan. Begitu pula saat menghadapi berbagai cibiran orang-orang yang kontra dengan jalinan cinta mereka. Ia memilih mengabaikan sindiran tersebut daripada membuat hubungannya berantakan.

Maka dari itu, Elda pun menyarankan kepada semua wanita yang menjalin hubungan dengan bos di kantor supaya menyiapkan mental sebelumnya serta banyak menyesuaikan diri bila ingin hubungan berjalan mulus. 

"Bakalan banyak banget omongan nggak enak, misalnya 'ah paling itu cuma mempermudah kerjaan doang', kedua kalau dia sudah mapan ya harus siap mental karena karakternya sudah kebentuk jadi kita pasti lebih banyak menyesuaikan diri," tandasnya diakhir pembicaraan.

sumber