Home » » BERPAKAIAN SEKSI, ASISTEN DOKTER GIGI DIPECAT

BERPAKAIAN SEKSI, ASISTEN DOKTER GIGI DIPECAT

Written By Ratiz On on Selasa, 25 Desember 2012 | 14.10


Seorang asisten dokter gigi harus menerima dirinya dipecat karena sang dokter melihat pakaiannya terlalu seksi. Si dokter mengaku takut berselingkuh dengan asistennya.

Asisten yang bernama Melissa Nelson dianggap mengancam karena mengenakan pakaian seksi yang ketat-ketat. Padahal Nelson sudah bekerja selama 10 tahun sebagai asisten dokter gigi.

"Saya pikir ini benar-benar salah," kata Nelson. "Saya pikir ini mengirimkan pesan kalau pria bisa melakukan apa pun yang mereka inginkan dalam pekerjaan," jelas Nelson seperti dikutip dari ABC News, Senin (24/12/2012).


Pada Jumat, Mahkamah Agung Iowa State memutuskan kalau bos Nelson, James Knight, dengan hak hukumnya saat memecat asistennya dengan keputusan yang lebih rendah dari pengadilan. "Kami pikir Mahkamah Agung Iowa sepenuhnya benar," kata Stuart Cochrane, pengacara James Knight.

"Posisi kami kalau Nelson tidak pernah diberhentikan karena gender, dia dipecat karena kekhawatiran perilakunya yang tidak sesuai di tempat kerja. Dia seorang wanita yang menarik. Dr Knight menemukan perilakunya dan pakaian yang tidak pantas," tambahnya.

Nelson yang merupakan seorang ibu dari dua anak itu terkejut dengan pemecatannya. Ia ingin mengetahui alasan di baliknya. "Saya sangat terkejut setelah bekerja begitu lama, saya tak pernah menyangka akan dia (dokter) memikirkannya," kata Nelson. Menurut dokumen pengadilan, keduanya memang tidak pernah berhubungan seksual atau salah satunya tertarik dengan yang lain.

Namun pada akhir tahun Nelson bekerja, Knight mulai berkomentar tentang pakaiannya yang terlalu ketat atau mengganggu. "Dr Knight mengaku kalau dia sekali pernah berbicara ke Nelson jika ia menonjolkan celananya, dia tahu kalau pakaiannya terlalu menyingkap," tulis hakim. Enam bulan sebelum Nelson dipecat, dia dan bosnya mulai ber-SMS tentang pekerjaan dan hal pribadi, seperti update tentang kegiatan anak-anak keduanya.

Pesan-pesan yang saling bebales itu sebagian besar biasa, namun Nelson ingat satu teks yang dia terima dari bosnya bertanya 'seberapa sering si asisten mengalami orgasme'. Nelson tak menanggapi SMS tersebut dan tak pernah menunjukkan perasaan tidak nyamannya dengan pertanyaan dari si bos. Tak lama setelah itu, istri Knight, Jeanne, yang juga bekerja di tempat praktik mengetahui pesan SMS dan memerintahkan suaminya memecat Nelson.

"Pasangan ini berkonsultasi dengan seorang pendeta senior di gereja dan dia setuju Nelson harus dipecat dalam rangka untuk melindungi pernikahan mereka," kata Cochrane. Pada 4 Januari 2010, Nelson dipanggil ke sebuah bertemu Knight ketika seorang pendeta hadir. Knight kemudian membacakan sebuah pernyataan yang sudah disiapkan yang menyebutkan kalau Nelson dipecat.

"Dr Knight merasa untuk kepentingan pernikahannya dan yang terbaik dengan mengakhiri hubungan kerja mereka," kata Cochrane. Knight mengakui dalam dokumen pengadilan kalau Nelson adalah baik dalam pekerjaannya dan dia asistennya itu juga diperlakukan dengan hormat. "Saya hancur," kata Nelson.

Ketika suami Nelson mencoba menanyakan alasannya ke Knight, dokter gigi itu mengatakan takut berselingkuh dengan Nelson jika ia tidak memecatnya. Paige Fiedler, pengacara Nelson, mengatakan dalam sebuah pernyataan kalau ia terkejut dengan keputusan itu. "Kami terkejut dengan putusan Pengadilan dan kegagalan untuk memahami sifat bias gender," tulisnya.

"Meskipun orang bertindak untuk berbagai alasan, sangat umum bagi wanita yang menjadi sasaran diskriminasi karena daya tarik seksual mereka atau kurangnya daya tarik seksual. Itu adalah diskriminasi berdasarkan jenis kelamin," tulis Fiedler.

sumber