Home » » 6 PEKERJAAN YANG BISA BERGAYA BUSANA SESUKA HATI

6 PEKERJAAN YANG BISA BERGAYA BUSANA SESUKA HATI

Written By Ratiz On on Selasa, 18 Desember 2012 | 19.06


Bebas berpakaian, bagi sebagian orang menjadi kriteria penting dalam mencari pekerjaan. "Saya tidak bisa bekerja di lingkungan 'kantoran' resmi.

Tak terbayang berpakaian resmi setiap hari," kata salah satu teman Beritasatu.com mengenai alasan ia tak mau mencoba melamar sebagai karyawan di sebuah perusahaan multinasional. Bagi sebagian orang, mengenakan seragam kantoran adalah momok menakutkan.

Tak semua orang menikmati kegiatan membeli pakaian resmi (jas, kemeja, dan sebagainya) lalu memadupadankannya setiap hari sebelum berangkat kerja. Ada sebagian orang yang mendamba bisa berkarya tanpa harus memusingkan pakaian yang harus dikenakan setiap hari.

Lalu, apa saja pekerjaan yang membebaskan pekerjanya untuk urusan gaya busana? Menurut situs khusus membahas karier, CareerBuilder, ada beberapa profesi dengan aturan berpakaian yang longgar. Berikut ini di antaranya:

1. Desainer pakaian 
Bila salah satu alasan Anda tak ingin mengenakan seragam perusahaan karena terlalu cinta dengan fashion, mungkin bisa dipertimbangkan untuk bekerja di dunia fashion. Menjadi desainer busana, misalnya. Dengan menjadi desainer busana, Anda bebas mengkontrol gaya berpakaian sehari-hari. Dunia ini sangat kompetitif dan tak sedikit yang tumbang di perjalanan menuju kemapanan. Namun, bila Anda yakin dengan kemampuan diri, mengapa tidak? Jangan lupa perkaya diri dengan ilmu pemasaran dan perhitungan finansial agar tidak salah mengambil keputusan.

2. Fotografer 
Sebagian besar kantor yang mempekerjakan fotografer tidak mengharuskan karyawannya mengenakan pakaian serbarapi dan resmi atau berseragam. Mungkin di perusahaan-perusahaan besar tertentu ada yang mengharuskannya. Namun, kebanyakan tidak. Kebanyakan fotografer harus mencari obyek foto di luar ruang, dalam berbagai kondisi, serta harus banyak bergerak, sehingga butuh berpakaian senyaman mungkin. Terlebih lagi, karena profesi ini masuk dalam lingkup kreatif, maka ada ruang untuk menjadi orang yang orisinil, termasuk dalam urusan berpakaian.

3. Publisis 
Sebagai publisis, tugas terutama Anda adalah menciptakan peliputan dengan nada positif sebanyak-banyaknya tentang klien Anda. Karena kebanyakan publisis harus bekerja untuk dan dengan klien-klien dari kalangan eksklusif, mau tak mau, gaya berpakaian profesional dan trendi adalah sebuah keharusan.

4. Penyiar Radio 
Sebagai penyiar radio, modal utama adalah suara dan kepribadian diri saat bersiaran. Penampilan bukan yang terutama. Saat siaran, Anda harus merasa senyaman mungkin agar bisa melaksanakan pekerjaan sebaik-baiknya. Karena kebanyakan waktu Anda hanya tampil di hadapan rekan kerja, berpakaian sopan tapi santai bukan hal yang haram. Bila pun diharuskan berpakaian sopan, tak sampai harus memakai jas.

5. Pembuat piranti lunak 
Menurut data CareerBuilder, lowongan pekerjaan sebagai pembuat software melonjak tinggi di beberapa negara. Karena tingginya pekerja untuk bidang ini, para perusahaan pun berkejar-kejaran mencari kandidat terbaik dan mencoba menawarkan paket penawaran terbaik, termasuk kebebasan di ruang kerja. Biasanya, profesi ini bekerja dengan jam kerja yang luwes, sehingga butuh rasa nyaman. Salah satu hal yang membuat orang nyaman bekerja adalah pakaian yang tidak membuatnya merasa sesak.

6. Penulis 
Sebagian besar penulis adalah orang yang bekerja untuk diri sendiri, alias tidak harus ke kantor, sehingga mereka bisa bebas memilih apa yang ingin dikenakan. Penulis yang berkesempatan bekerja di rumah memiliki kebebasan bergaya busana tertinggi. Saat bertugas atau akan mewawancara orang, mungkin ia harus berpakaian lebih rapi untuk menghormati diri, yang diwawancara, atau acara yang dihadiri, tetapi hal ini umumnya tidak setiap waktu terjadi.

Tentu tak terbatas pada ke-6 profesi ini, ada beberapa profesi lain, seperti kontraktor, pemilik toko, dan sebagainya. Menurut Anda, apa lagi pekerjaan yang membebaskan pegawainya berpakaian sebebasnya?

sumber