Home » » EKONOMI MELAMBAT, PUSAT JUDI MAKAU SEPI PENGUNJUNG

EKONOMI MELAMBAT, PUSAT JUDI MAKAU SEPI PENGUNJUNG

Written By Ratiz On on Minggu, 07 Oktober 2012 | 10.58


Perlambatan ekonomi yang melanda dunia dan kini menjalar ke China tak hanya berimbas pada ekspor-impor. Bisnis perjudian di salah satu pusat judi terbesar dunia, Makau, ikut terkena imbasnya. Kendati tumbuh 12,3 persen pada September 2012, pendapatan bisnis perjudian Makau naik di bawah perkiraan sejumlah kalangan. Kalangan orang kaya diperkirakan mulai mengurangi kebiasaan berjudi.

Dikutip dari laman CNBC, Jumat, 5 Oktober 2012, pendapatan bisnis judi selama September hanya mencapai US$2,99 miliar atau Rp28,1 triliun (kurs Rp9.400). Otoritas setempat mengatakan, perolehan ini merupakan yang terendah kedua sepanjang tahun ini. Analis sebelumnya memperkirakan, pertumbuhan bisnis perjudian di salah satu pulau terpencil di pantai selatan China ini bisa mencapai 15-17 persen. Perlambatan ekonomi ditambah kekacauan iklim politik seiring rencana pergantian pemimpin China, telah menekan kebiasaan para miliarder dalam bertaruh.

Kondisi ini berimbas pada menurunnya pendapatan Makau selama lima bulan terakhir. Makau selama ini memang menggantungkan pertumbuhan ekonominya dari bisnis perjudian. Industri ini menyumbang 40 persen produk domestik bruto (PDB) Makau. Penurunan juga disebabkan tren berkurangnya jumlah kunjungan wisatawan ke Makau. Pada Agustus lalu, jumlah kunjungan wisatawan bahkan mencetak level terendah yaitu turun 0,6 persen dibandingkan setahun sebelumnya.

Kondisi ini makin membuat persaingan ketat di antara perusahaan penyedia perjudian seperti Wynn Macau, MGM China, dan Sand China. Imbas dari penurunan pendapatan ini membuat perusahaan perjudian mengalami pelemahan nilai saham. Tercatat harga saham emiten judi di Hong Kong turun hingga 3-4 persen pada Kamis lalu. "Akan banyak upaya ambil untung dalam jangka pendek, kecuali ada sentimen positif dari sisi kebijakan," kata analis UOB Kay Hian.

sumber