Home » » MENUNDA PUNYA ANAK BIKIN SPERMA PRIA BERMUTASI

MENUNDA PUNYA ANAK BIKIN SPERMA PRIA BERMUTASI

Written By Ratiz On on Senin, 31 Maret 2014 | 11.04


Kesehatan - Bagi para pria yang masih menunda untuk memiliki anak, sebaiknya jangan berlama-lama. Karena sebuah penelitian mengungkap bahwa semakin lama pria menunda memiliki anak, maka semakin tinggi pula kemungkinan spermanya akan berubah menjadi sperma 'mutan'.

Mutasi yang terjadi pada sperma ini membuat kualitasnya semakin buruk. Sperma yang buruk pada akhirnya akan meningkatkan risiko anak terkena berbagai macam kelainan seperti schizophrenia atau menjadi autis. Tak hanya itu, pria yang memiliki anak di usia tua juga dikaitkan dengan penyakit penyakit otak seperti Alzheimer, penyakit jantung, dan kanker pada anaknya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria yang memiliki anak pada usia 40 tahun ke atas sangat berkemungkinan menurunkan penyakit berupa mutasi genetik pada anaknya dibandingkan dengan pria yang berusia 20 tahunan, seperti dilansir oleh Daily Mail (21/02).

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan mengamati DNA dari 78 orang tua di Islandia dan anaknya mengungkap bahwa pria semakin berkemungkinan menurunkan mutasi genetik pda anaknya ketika mereka semakin tua. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pria yang memiliki anak di usia tua menurunkan penyakit seperti autis dan penyakit mental pada DNA anaknya.

Meski begitu, peneliti tak menemukan adanya kaitan antara usia ibu dengan risiko tersebut. Tim peneliti menemukan bahwa 97 persen mutasi pada DNA anak berasal dari ayah mereka. Dr Kari Stefansson dari Decode Genetics menjelaskan bahwa betapa selama ini peneliti terlalu fokus pada ibu dan anak, serta melewatkan peran ayah terhadap mutasi gen yang ada dalam DNA anak.

"Beberapa penyakit bisa dipengaruhi oleh kesehatan ibu. Namun penyakit seperti schizophrenia atau autisme sebenarnya berasal dari ayah, bukan ibu," ungkap Stefansson.

Tak seperti wanita yang memiliki set sel telur lengkap, pria terus-menerus membuat sperma baru selama hidupnya. Setiap 16 hari sekali, sel pada testis membelah dan DNA pada masing-masing sel disalin menjadi DNA baru yang nantinya digunakan untuk memproduksi sperma. Semakin tua, kualitas proses penyalinan ini akan semakin menurun dan tak efisien, sehingga sperma bisa mengalami mutasi.

Hasil penelitian ini membuat peneliti menyarankan agar pria tak menunda terlalu lama untuk memiliki anak. USia 20 tahunan adalah yang terbaik dan jangan sampai melewati usia 40 tahunan atau bahkan 50 sampai 60 tahun.