Home » » KEKASIH SERING SELINGKUH, PANTASKAH DINIKAHI?

KEKASIH SERING SELINGKUH, PANTASKAH DINIKAHI?

Written By Ratiz On on Sabtu, 29 Maret 2014 | 19.03


Banyak wanita berpikir bahwa pernikahan bisa menjadi solusi untuk banyak hal, salah satunya adalah masalah perselingkuhan. Tidak dipungkiri, wanita sering kali dibutakan oleh cinta dan berpikir bahwa kekasih pasti akan berubah, termasuk kebiasaannya 'main' perempuan.

Padahal, pernikahan tidak bisa dijadikan sebagai 'alat' untuk membuat seseorang bisa berubah dan bertanggung jawab. Sebelum memutuskan komitmen dengannya, tanyakan pada diri sendiri, bagaimana jika si dia kembali berselingkuh setelah menikah?

Psikolog dan konsultan cinta di Wolipop menyarankan agar sebaiknya wanita berpikir kembali mengenai kelanjutan hubungan dengan pasangan. "Jangan berpikir untuk menikah dengan pasangan bila kamu berharap ia dapat mengubah kebiasaannya berselingkuh, karena hal tersebut hanya akan membuat kamu kecewa dan menderita selama menjalani pernikahan," tegas Ratih. (sumber : wolipop)

Terus memaafkan kekasih yang berselingkuh, hanya akan mendukung perbuatannya. Biasanya, mereka yang sekali, dua kali dimaafkan, maka akan ada perselingkuhan selanjutnya. Padahal, dalam sebuah hubungan sangat penting bila dapat saling menghargai antara pasangan. Perilaku selingkuh merupakan sikap yang menunjukkan bahwa pasangan tidak menghargai Anda.

Menurut Pendiri Conseling and Development Center PT Personal Growth itu, Anda boleh menjalin pernikahan bila memang siap menerima kekasih yang biasa berselingkuh. Namun, Ratih menambahkan, "pertanyaan saya adalah apakah kamu yang sedemikian berharga pantas mendapatkan suami seperti demikian? Padahal sebenarnya kamu pantas mendapatkan cinta dan perlakuan yang tulus, baik dan respek dari pasangan."

Pernikahan memang tidak bisa selamanya mulus dan setiap rumah tangga pasti memiliki masalah. Akan tetapi, jika rumah tangga diwarnai dengan ketidaksetiaan, maka akan sangat menyakitkan yang berpotensi dengan perceraian. Akan sangat disayangkan jika pada akhirnya Anda memilih cerai, padahal pilihan terbaik bisa diambil sebelum pernikahan karena Anda sudah mengetahui karakter pasangan.