Home » , » 5 PENGARUH KASUR TERHADAP KUALITAS TIDUR

5 PENGARUH KASUR TERHADAP KUALITAS TIDUR

Written By Ratiz On on Senin, 17 Februari 2014 | 18.44


Kualitas tidur tak hanya ditentukan oleh faktor internal seperti kesehatan seseorang, tetapi juga faktor eksternal seperti suasana kamar dan kasur. Sama halnya dengan ketika Anda akan mendaki gunung dan melakukan maraton, tidur pun harus dilakukan dengan peralatan yang tepat. Sayangnya kebanyakan orang masih acuh tak acuh terhadap kualitas kasur yang mereka gunakan untuk tidur.

Padahal kasur juga memberikan dampak yang besar terhadap kualitas tidur mereka. Berdasarkan polling pada tahun 2011 oleh National Sleep Foundation, sekitar 92 persen orang menganggap bahwa kasur yang nyaman sangat penting untuk kualitas tidur yang baik. Berikut adalah beberapa pengaruh dari kasur terhadap kualitas tidur Anda, seperti dilansir oleh Huffington Post (09/02).

1. Kasur baru bisa mengatasi stres


Dalam sebuah penelitian tahun 2009, 59 pria dan wanita sehat tidur selama 28 malam di kasur mereka yang biasa. Kemudian selama 28 malam selanjutnya mereka tidur di kasur baru berukuran medium. Mereka lalu diminta untuk menilai tingkat stres yang mereka rasakan berdasarkan beberapa faktor seperti rasa khawatir, pikiran buruk, kecemasan, sakit kepala, dan lainnya. Hasilnya, mereka mengungkap bahwa kasur yang baru membantu mereka menurunkan rasa stres dalam diri mereka. Hal ini dikarenakan meningkatnya kualitas tidur serta berkurangnya rasa sakit pada tubuh akibat struktur kasur yang masih baru.

2. Kasur bisa menyebabkan alergi


Berhati-hatilah, kasur Anda juga bisa menjadi sarang kutu busuk. Makhluk mikroskopis ini memakan sel kulit mati yang secara alami 'rontok' dari tubuh manusia. Sementara itu, banyak orang yang memiliki alergi terhadap kutu busuk, sehingga bisa jadi jika Anda tidur, Anda akan mengalami gejala alergi akibat kutu yang bersarang dalam kasur Anda. Untuk mengatasinya, cuci linen atau seprai secara teratur dengan air hangat. Selain itu, bersihkan juga kasur dengan penyedot debu.

3. Kenyamanan kasur bersifat subjektif


Tak ada definisi standar yang digunakan untuk menilai apakah kasur terlalu lembut, terlalu empuk, atau keras. Semuanya bergantung pada individu masing-masing. Yang terpenting bukanlah mengikuti standar yang diberikan oleh perusahaan. Selain itu, tak ada penelitian yang menemukan bukti bahwa empuknya kasur berpengaruh terhadap kesehatan. Selama kasur tersebut nyaman bagi Anda, maka itu adalah yang terbaik karena bisa meningkatkan kualitas tidur Anda. Sebelum membeli kasur sebaiknya coba dulu setidaknya 20 menit.

4. Tanda ketika harus ganti kasur


Jika Anda sudah menemukan lubang pada permukaan kasur atau merasakan adanya per yang menonjol, itu adalah salah satu tanda Anda harus segera ganti kasur. Namun itu bukan satu-satunya alasan Anda harus mengganti kasur. Ketika Anda mulai sering sulit tidur, berkali-kali membolak-balikkan tubuh di atas kasur, atau sering terbangun karena merasa tak nyaman, itu juga alasan untuk segera mengganti kasur lama Anda dengan yang baru.

5. Sering bekerja di kasur menyebabkan insomnia


Para ahli setuju bahwa tempat tidur dan kasur seharusnya hanya digunakan untuk beristirahat atau melakukan hubungan intim, bukan untuk bekerja. Ketika Anda hanya menggunakan kasur untuk tidur, otak secara otomatis akan mengaitkan kasur dengan waktu istirahat. Sementara jika Anda membiasakan diri bekerja di atas kasur, otak akan mengaitkan kasur sebagai tempat bekerja. Hasilnya, Anda akan semakin kesulitan untuk tidur di tempat tidur.

Itulah beberapa pengaruh yang bisa diberikan oleh kasur dan tempat tidur untuk kualitas tidur Anda. Kenali kapan harus mengganti kasur dengan yang baru serta membersihkannya sehingga Anda selalu nyaman dan kualitas tidur pun tak terganggu.