Home » , » HOTEL PELAYANAN PALING BURUK DI DUNIA

HOTEL PELAYANAN PALING BURUK DI DUNIA

Written By Ratiz On on Minggu, 21 Juli 2013 | 21.52

Rasanya, hampir semua hotel menawarkan pelayanan yang terbaik untuk para tamunya. Beda dengan yang lain, hotel di Belanda ini malah ingin jadi yang terburuk. Hans Brinker Budget Hotel di Amsterdam bangga menjadi hotel paling buruk di dunia.


Tak ada aula resepsionis yang rapi dan indah dipandang, atau kamar yang bersih dan nyaman terlihat saat memilih untuk menginap di hotel ini. Brinker Budget Hotel di Amsterdam, Belanda menawarkan pengalaman menginap yang bisa dibilang paling nahas.


Dari situs resmi Hans Brinker Budget Hotel, hotel ini mengaku yang paling murah dan jadi yang paling jelek di kelasnya. Dituliskan, mereka tidak punya semua fasilitas hotel atau hostel pada umumnya. Mereka hanya memiliki kamar yang berisi tempat tidur, kamar mandi dan loker untuk penyimpanan barang.

Salah seorang tamu yang pernah menginap di sana menuliskan kesannya di TripAdvisor setelah menginap di sana. Ia berkata, hotel tersebut terasa seperti penjara. Tempat tidur besinya tua, dan lokernya tidak bisa menutup dengan sempurna. Ia melanjutkan, berjalan di lorongnya seperti berada di rumah sakit tua yang sudah tidak dihuni lagi.


Di akhir komentarnya, tamu ini mengatakan kalau Hans Brinker Budget Hotel sebagai hotel paling buruk yang ada di dunia. Ada juga yang bilang, lebih baik tidur di pinggir jalan dibanding di hotel tersebut. Banyaknya komentar tidak membuat pihak hotel memperbaiki fasilitasnya. Malah, mereka menjual ketidaknyamanan ini sebagai daya tarik mereka.

Hasilnya mencengangkan. Banyak traveler yang malah penasaran ingin menginap di sana. Kebanyakan mereka mau mencoba karena rasa ingin tahu. Mereka ingin merasakan sendiri seperti apa rasanya bermalam di kamar hotel paling buruk di dunia.

Untuk menginap di sini, tamu merogoh kocek yang tidak terlalu banyak, dalam standar hotel di Eropa. Satu malam di sana, dengan pengalaman paling buruk, traveler harus membayar 23-54 Euro atau yang setara dengan Rp 300-700 ribu. Ada-ada saja.

sumber: detik travel