Home » , » CARA MENDETEKSI KEBOHONGAN PACAR ANDA

CARA MENDETEKSI KEBOHONGAN PACAR ANDA

Written By Ratiz On on Selasa, 09 Juli 2013 | 22.15

Pasti dong ada saatnya kita merasa ragu dengan apa yang di bilang sama pacar kita. Apakah yang dikatakan benar atau bohong, kadang kita ragu, bahkan malah kita tidak tahu pacar kita itu serius atau cuman bohongan. Untuk mendeteksi apakah pacar kita itu bohong atau tidak, matematika memiliki perangkatnya, yaitu Logika Matematika. Logika Matematika akan membantu menjelaskan pada kita apakah argumen-argumen yang disampaikan pacar kita itu logis/masuk akal atau tidak.


Bagaimana caranya? Kita tinggal mencermati apa yang dikatakan pacar kita itu, bagaimana faktanya atau apa yang terjadi? Cermati alasan-alasan yang sering disampaikannya, kira-kira logis nggak atau ada yang kontradiktif atau bertentangan satu sama lain? Selanjutnya kita tinggal mengujinya dengan beberapa aturan penarikan kesimpulan dalam logoka matematika yang sudah pernah kita pelajari di sekolah. Beberapa aturan penarikan kesimpulan dalam logika matematika yang sederhana itu antara lain modus ponen, modus tolen dan silogisme.

Sebagai contoh pacarmu sms kalau ternyata dia tidak bisa menjemputmu, karena dia ada praktikum tambahan di sekolah. Misalkan untuk mengecek pacarmu itu bohong atau tidak, kamu sms temanmu yang kebetulan satu kelas dengan pacarmu itu dan mengajaknya jalan-jalan ke mall. Dan ternyata temanmu juga tidak bisa karena pulang sekolah ada praktikum tambahan. Dari sini kamu boleh yakin kalau pacarmu tidak bohong dan dia memang nggak bisa jemput kamu karena ada praktikum tambahan. Dengan modus ponen kamu bisa menyusun informasi-informasi yang kamu peroleh tersebut sebagai berikut :

"Jika pacarmu ada praktikum tambahan, maka dia tidak bisa menjemputmu. Pacarmu ada praktikum tambahan. Kesimpulannya : Pacarmu tidak bisa menjemputmu".

Contoh lain yang berkaitan dengan modus ponen misalnya kebanyakan orang menutupi kebohongannya dengan marah-marah. Kita tahu dari beberapa teman kalau pacar kita beberapa hari belakangan sering jalan bareng sama cewek lain. Nah misalkan kita menyinggung hal itu dalam pembicaraan dengan pacar kita, ternyata dia malah marah-marah nggak karuan dengan kita. Maka kita bisa menyimpulkan kalau pacar kita bohong, dan itu artinya dia memang beberapa hari belakangan sering jalan bareng dengan cewek lain.

"Jika orang marah-marah, maka dia bohong. Pacar kita marah-marah. Kesimpulannya : Pacar kita bohong".

Misalkan pacar kita bilang kalau dia sakit sehingga dia tidak bisa pergi kemana-mana alias di rumah saja. Dan iapun membatalkan janjinya dengan kamu untuk mengantar ke toko buku mencari novel baru kesukaanmu. Ternyata ketika kamu jalan ke toko buku kamu melihat pacarmu sedang pergi dengan teman-temannya. Apa kesimpulannya? Pacarmu tidak sakit. Nah, proses menarik kesimpulan seperti ini disebut modus tolen. Dari informasi-informasi itu jika kita susun akan menjadi premis-premis berikut :

"Jika pacar kita sakit, maka dia tidak pergi kemana-mana. Pacar kita pergi dangan teman-temannya. Kesimpulannya : Pacar kita tidak sakit".

Kalau sudah begini, kelihatannya kita siap-siap deh cari pacar baru. Karena pacar kita lebih seneng tuh main dengan temen-temennya dari pada nganterin kamu.

"SEMOGA BERMANFAAT"