Home » , » KARENA KURANG TIDUR, PRIA ANGGAP WANITA CENDERUNG INGIN BERCINTA

KARENA KURANG TIDUR, PRIA ANGGAP WANITA CENDERUNG INGIN BERCINTA

Written By Ratiz On on Selasa, 11 Juni 2013 | 20.12

Jakarta, Dampak kelelahan tak hanya menyerang secara fisik saja, tetapi juga menguras energi mental. Pria yang lelah ataupun kurang tidur bisa berubah menjadi kegeeran, menganggap lawan jenis merasa tertarik secara seksual kepada dirinya.


Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa pria yang lelah cenderung melebih-lebihkan penilaiannya bahwa wanita tertarik secara seksual kepadanya. Peneliti menemukan bahwa kurang tidur selama semalam saja bisa membuat persepsi pria terhadap minat seksual wanita meningkat secara signifikan.

Penelitian ini menggunakan sampel 60 orang mahasiswa. Memang untuk bisa digeneralisasikan ke populasi umum, diperlukan jumlah sampel yang lebih banyak. Namun penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan yang menarik untuk dicermati.

Dalam penelitian, peserta diminta menilai minat seksualnya sendiri dan minat seksual pria dan wanita pada umumnya. Peserta diberi pertanyaan seperti, 'Ketika seorang wanita pergi ke bar, seberapa besar kemungkinannya dia tertarik mencari seseorang untuk berhubungan seks malam itu?'

Hasilnya, kebanyakan pria yang kurang tidur dan kelelahan menilai bahwa wanita tersebut memang ingin bercinta. Peneliti menggarisbawahi bahwa efek kurang tidur terkait keinginan seksual pria mirip dengan alkohol, sehingga membuat seseorang salah mengambil keputusan.

"Temuan kami di sini sama dengan penelitian pada alkohol, yang juga menghambat lobus frontal. Kurang tidur bisa memiliki efek tak terduga terhadap persepsi yang berkaitan dengan seksualitas, sehingga dapat menyebabkan orang terlibat dalam keputusan seksual yang dihindari ketika cukup istirahat," kata Jennifer Peszka, Ph.D., seorang profesor psikologi di Hendrix College.

Kesalahan dalam pengambilan keputusan ini dapat menyebabkan masalah seperti pelecehan seksual, kehamilan yang tidak direncanakan, penyakit menular seksual dan konflik yang serius. Penelitian lain menunjukkan bahwa orang yang mabuk cenderung melakukan hubungan seks tanpa kondom.

Seperti dikutip dari Medical Daily, Kamis (6/6/2013), Peszka menjelaskan bahwa kurang tidur dapat mengganggu penilaian pria seperti halnya sedang mabuk akibat minuman keras.Penelitiannya memberikan alasan lain bagi para pria tentang perlunya cukup tidur dan istirahat.

"Cukup istirahat bisa membuat pria lebih mampu membedakan ketika seorang wanita tertarik padanya atau tidak," terang Peszka. [sumber]