Home » » PERBEDAAN GAYA BERCINTA PRIA LIAR, PEMALU & IMPULSIF

PERBEDAAN GAYA BERCINTA PRIA LIAR, PEMALU & IMPULSIF

Written By Ratiz On on Sabtu, 11 Mei 2013 | 21.11


Setiap pria punya preferensi yang berbeda-beda saat melakukan hubungan seks. Hal itu bisa dipengaruhi dari sifatnya. Ada yang pemalu, blak-blakan, impulsif atau suka tantangan. Tammy Nelson, seorang psikiater dan penulis buku 'Getting the Sex You Want: Shed Your Inhibitions and Reach New Heights of Passion Together' menguraikan tipe-tipe kepribadian pria dan keinginannya dalam bercinta, seperti dikutip dari iVillage.

1. Super Intim 
Lebih mengutamakan kentiman emosional daripada fisik. Bisa terhubung secara emosional adalah rangsangan seks yang paling 'jitu' buatnya. Bahkan ketika bercinta, pikirannya lebih fokus pada keterikatan batin dengan pasangannya untuk mendapatkan seks yang memuaskan. Pria seperti ini umumnya memprioritaskan untuk memuaskan pasangannya terlebih dahulu dan suka berpelukan sebagai afterplay.

2. Ala Bintang Porno 
Setiap pria pasti pernah terbersit keinginan untuk mewujudkan aktivitas seks seperti dalam film porno yang dia tonton. Tapi hanya beberapa yang secara aktif ingin mempraktekkannya di tempat tidur bersama istri. Dia suka bereksperimen dan mencoba hal-hal baru dalam bercinta. Anda tidak harus selalu menuruti keinginan suami untuk mewujudkan fantasi seksnya, terlebih lagi bila itu membuat Anda tidak nyaman.

3. Auditory 
Pria ini lebih mudah bergairah apabila mendapat stimulasi seks dengan suara. Ia menyukai suara desahan, lenguhan, bisikan atau teriakan sensual dari pasangannya. Cara menyenangkan pria tipe ini di ranjang? Bacakan dia novel erotis sambil mengeluarkan suara-suara seksi, atau telepon dia secara tiba-tiba saat di kantor dan goda dia dengan 'phone sex'. Tapi pastikan tidak ada orang di dekat Anda.

4. Eksperimental 
Suka mencoba hal-hal dan ide-ide baru. Tipe ini tak ragu mencoba posisi dan cara yang tidak biasa saat berhubungan seks, tapi juga mudah bosan dengan rutinitas seks. Gaya bercinta spooning, doggy style, woman on top, 69, lotus bahkan yang ekstrem sekalipun pernah/akan dia coba setidaknya satu kali. Dan bila suka, dia akan melakukannya lagi tapi tidak dalam jangka waktu lama.

5. Liar 
Hampir sama dengan eksperimental, namun suka yang lebih menantang. Pria tipe ini tak sungkan bercinta di tempat umum bahkan melakukan hal-hal yang di luar batas. Misalnya sadomasochism, exhibitionist, atau bercinta dengan memakai properti aneh dan sex toys.

6. Blak-blakan 
Saat menginginkan seks, dia akan langsung memintanya. Bahkan ketika mungkin pasangannya baru bangun tidur atau menggosok gigi di pagi hari. Tipe ini umumnya tidak tahu bagaimana cara merayu, menggoda atau mengajak pasangan bercinta secara halus sehingga tidak terasa adanya 'excitement' dalam hubungan seksual. Jika dibiarkan, sesi bercinta jadi monoton dan sekadar sebagai kewajiban. Tak ada salahnya jika Anda memandu si dia untuk lebih 'kreatif' dalam berinisiatif mengajak bercinta.

7. Malu-malu Kucing 
Dia sering berpura-pura tidak tertarik melakukan hubungan seks dan menunggu pasangannya untuk bergerak lebih dulu. Lalu bersikap enggan untuk melakukannya, padahal seks adalah hal yang paling diinginkannya saat itu.

8. Visual 
Dia perlu banyak digoda secara visual jika ingin mengajaknya bercinta. Hasrat seksualnya mudah timbul dengan menonton film porno atau melihat Anda menanggalkan busana. Untuk itu, pastikan Anda menyimpan stok lingerie seksi dan berwarna yang menantang seperti merah atau shocking pink. Woman on top adalah posisi bercinta yang paling disukainya dan, bersiap-siap untuk sering bercinta dengan lampu menyala.

9. Impulsif 
Berbeda dengan pria blak-blakan yang dengan gamblang mengutarakan keinginannya untuk bercinta, maka pria impulsif cenderung bertindak tanpa berpikir. Saat menginginkan seks, dia bisa langsung mencumbu pasangannya untuk mendapatkan yang dimau. Tak peduli di rumah sendiri, rumah orangtua atau bahkan tempat 'terlarang'. Hasrat seksnya ini harus bisa dikontrol dan cara yang bisa dilakukan adalah mengajaknya bicara dari hati ke hati.

sumber