Home » , » 4 FAKTA KEREN YANG BISA DIUNGKAP DARI DNA

4 FAKTA KEREN YANG BISA DIUNGKAP DARI DNA

Written By Ratiz On on Minggu, 28 April 2013 | 16.13


Jakarta, Sejak ditemukan 60 tahun lalu, Deoxyribonucleic acid (DNA) telah dimanfaatkan untuk mengungkap banyak hal, mulai dari keterikatan biologis antara ayah dan anak atau anak dengan sang ibu hingga membuktikan apakah seseorang dapat dituding melakukan tindak kriminalitas tertentu atau tidak.

Namun mungkin tak banyak yang tahu jika tes DNA tak hanya mengungkap hal-hal semacam itu saja. Berikut empat fakta keren yang dapat terungkap hanya dari tes DNA seperti halnya dikutip dari CNN, Minggu (28/4/2013).

1. Memetakan pohon keluarga 
Siapa sangka jika mungkin Anda masih memiliki hubungan darah dengan selebriti terkemuka? Anda dapat mengetahuinya hanya dengan melakukan tes DNA.

Tak perlu pusing-pusing, situs seperti Ancestry.com bersedia membandingkan DNA Anda dengan rekaman DNA berbagai orang di seluruh dunia dengan harapan dapat menghubungkan Anda dengan pohon keluarga yang tak pernah Anda ketahui sebelumnya.

Tak hanya itu, Ancesty.com juga dapat memberikan info tentang etnisitas genetik Anda.

"Kami dapat mengamati DNA dalam jumlah yang masif... dan membandingkannya dengan sampel DNA lain dari berbagai penjuru dunia. Lalu dengan mendeteksi kesamaan yang ada, kami dapat melacak kembali generasi-generasi sebelum Anda dan menghubungkan Anda pada nenek moyang Anda," tulis situs tersebut.

2. Memecahkan misteri kuno 
Baru-baru ini tim arkeolog berhasil menemukan tengkorak salah satu raja terkenal dari Inggris yaitu Richard III yang ternyata terkubur di bawah sebuah lahan parkir di Leicester. Namun peneliti tak langsung percaya itu adalah tengkorak Richard III hingga DNA yang diekstrak dari tulang sang raja terbukti cocok dengan Michael Ibsen, keturunan langsung dari saudara perempuan Richard III.

Ini bukanlah kali pertama peninggalan-peninggalan kuno dapat teridentifikasi berkat adanya DNA. Pasalnya, meski tersimpan dalam kondisi cuaca yang dingin, kering maupun gelap, DNA dapat bertahan lama, bahkan hingga ribuan tahun.

Pada tahun 2009, analisis DNA dari sejumlah fragmen tulang membuktikan bahwa dua anak Czar Nicholas II ikut terbunuh bersama seluruh keluarganya sepanjang Revolusi Rusia, meski selama ini muncul spekulasi bahwa keduanya berhasil melarikan diri.

Para ilmuwan juga berhasil mengekstrak DNA dari manusia purba Neanderthals yang telah punah sejak 30.000 tahun yang lalu dan temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang proses evolusi manusia.

3. Memprediksi masa depan 
Dengan menggunakan sampel darah dari ibu dan air liur dari ayah, ilmuwan dapat menentukan apakah anak mereka yang masih dalam kandungan itu akan memiliki abnormalitas kromosom yang bisa menyebabkan gangguan genetik seperti Down Syndrome atau tidak.

Belakangan para peneliti juga mulai memperluas fungsi tes genetik prenatal ini untuk mengidentifikasi potensi keterlambatan perkembangan dan cacat intelektual pada anak seperti autisme.

Bahkan tes genetik ini juga dapat mengungkap faktor risiko kesehatan tertentu yang mungkin Anda warisi dari orangtua Anda, misalnya risiko kanker payudara atau kanker usus.

Meski penentuan faktor risiko lewat tes genetik ini tak menjamin Anda terkena penyakit tersebut, setidaknya Anda tahu jika Anda berpeluang mengidap penyakit tertentu. Di sisi lain, mengetahui tingginya risiko seperti ini dapat mendorong Anda untuk mengambil sejumlah tindakan preventif.

4. Membantu menurunkan berat badan 
Menurut sebuah studi, kemampuan seseorang untuk menurunkan berat badan atau sebaliknya dibentuk atau ditentukan oleh gen-gen yang Anda miliki.

Para peneliti sendiri telah berhasil mengidentifikasi beberapa varian gen yang mungkin mempengaruhi potensi seseorang untuk mengalami obesitas, bahkan hingga ke anak-anaknya. Studi terhadap tikus juga memastikan bahwa 80 persen lemak tubuh diatur oleh gen.

"Kendati telah ditemukan adanya komponen genetik yang membuat kita rentan mengalami obesitas, nyatanya pemahaman kita terhadap fakta ini sangatlah terbatas," tandas pakar diet dan kebugaran Dr. Melina Jampolis.

Dari situ para peneliti mencoba mencari tahu bagaimana caranya mengkombinasikan faktor genetik, pengaturan nutrisi (pola makan) dan olahraga agar dapat membantu orang menurunkan berat badan dan mempertahankannya.

sumber