Home » , » PRAMUGARI KOREA PROTES SOAL ROK, MASKAPAI MENGALAH

PRAMUGARI KOREA PROTES SOAL ROK, MASKAPAI MENGALAH

Written By Ratiz On on Jumat, 08 Februari 2013 | 22.45

Seoul - 3.400 Pramugari Asiana Airlines dari Korea Selatan, kini bisa sedikit bernafas lega. Komnas HAM Korsel merekomendasikan pihak maskapai, agar pramugari mereka tidak selalu diharuskan memakai rok tapi boleh juga bercelana panjang.

Pramugari Asiana Airlines (Facebook) 

Protes para pramugari Asiana Airlines ini sudah berlangsung satu tahun lamanya. Asiana menerapkan aturan super ketat mengenai tata cara berbusana pramugari mereka yang dinilai berlebihan. Bahkan jumlah jepit rambut yang boleh dipakai dan panjang anting diatur mendetil.

Seperti dilansir News Australia, Kamis (7/2/2013), Asiana berkilah aturan seragam mereka untuk menegaskan peran pramugari untuk melayani penumpang pesawat, termasuk soal tata rambut dan make up.

Bahkan, kewajiban memakai rok disebut Asiana untuk menguatkan citra perusahaan yang menerapkan "kecantikan Korea kelas atas." Meskipun demikian, Asiana berjanji akan mengkaji rekomendasi Komnas HAM Korsel yang meminta agar pramugari Asiana boleh bercelana panjang.

Asiana adalah satu-satunya maskapai Korsel yang pramugarinya tidak boleh bercelana panjang. Aturan berbusana Asiana mungkin dinilai memang terlalu ketat.

Kweon Soo Joung, ketua serikat pekerja Asiana, mengatakan 3.400 pramugari Asiana rambutnya harus dikonde, kecuali 4 orang. Itu pun gara-gara tekanan para pramugari senior dan sistem evaluasi kerja. Aturan berbusana pramugari Asiana tebalnya 10 halaman.

Ada larangan memakai kacamata, harus menyembunyikan noda di wajah, anting punya batas panjang tertentu, jumlah eye liner ditentukan pula. Sedangkan 200 pramugara Asiana hanya diberikan panduan berbusana 2 halaman dan boleh berkacamata.

Asiana mengatakan akan melonggarkan aturan untuk pramugari pada bulan Januari 2013 ini, termasuk boleh memakai kacamata. "Semoga keputusan ini juga bisa mengubah aturan diskriminatif sejenis terhadap perempuan tentang aturan berbusana, tata rambut dan make up di bidang industri jasa lainnya seperti hotel," kata Kweon.

sumber