Home » » KELUAR DARI PERUSAHAAN MINYAK ASING DEMI JADI PNS

KELUAR DARI PERUSAHAAN MINYAK ASING DEMI JADI PNS

Written By Ratiz On on Minggu, 20 Januari 2013 | 12.24

Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan salah satu profesi yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia, bahkan diimpi-impikan. Selain penghasilan yang menjanjikan, banyak keuntungan lain yang bisa dirasakan secara pribadi. Irwan (bukan nama sebenarnya), seorang PNS muda merasakan keuntungan tersebut.


Saat diwawancara melalui telepon beberapa hari yang lalu, Irwan menceritakan suka dan dukanya selama menjadi PNS sejak 2010. Pria berumur 28 tahun ini mengaku kalau dia merasakan perbedaan yang cukup signifikan setelah beberapa kali kerja di perusahaan asing dan kini bergabung dalam instansi pemerintah.

Menurutnya, kerja di pemerintahan bisa bermanfaat untuk orang lain daripada mengabdi pada perusahaan swasta. "Manfaat sebagai PNS lebih merasa berguna karena apa kita yang lakukan benar-benar untuk masyarakat umum," tutur Irwan kepada wolipop.

Sebelum menjadi pegawai negeri, Irwan sudah tiga kali kerja di perusahaan asing, tapi kurang betah karena kerja di swasta hanya bermanfaat untuk perusahaan bukan negara atau dirinya sendiri. Dia terakhir bekerja di sebuah perusahaan minyak asing.

Pria idealis ini memilih melanjutkan karir sebagai PNS juga karena merasa penghasilan orang-orang Indonesia yang bekerja untuk perusahaan asing lebih rendah dibandingkan dengan pekerja yang dari luar negeri. "Saya merasa nggak adil banget sih karena di swasta orang-orang Indonesia di-hire-nya lebih rendah.

Yang pernah kerja di perusahaan asing pasti merasakan," cerita pria lulusan perguruan tinggi negeri itu. Selain bisa berguna untuk masyarakat luas, profesi PNS cukup menjanjikan. Tidak hanya mendapatkan gaji pokok, tunjangan hari tua, pendidikan, dan komponen lainnya saja, tapi ada pula tunjangan kinerja daerah untuk pegawai yang baru atau golongan 3A.

Tunjangan tersebut sebesar Rp 3.950.000, yang diperoleh satu sekali setiap bulan setelah menyelesaikan beberapa tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Di samping itu, PNS juga memiliki kesempatan mendapat beasiswa agar bisa melanjutkan pendidikan di dalam maupun luar negeri.

"Untuk beasiswa banyak banget sih, teman saya ada yang sudah mulai sekolah. Kemarin kebetulan masih adanya yang di Indonesia, minimal harus lima tahun kerja kalau mau beasiswa keluar negeri," papar Irwan. Irwan merasa beruntung bisa lolos menjadi PNS hanya dengan satu kali tes meskipun prosesnya cukup lama sekitar enam bulan.

Setelah diterima, Irwan statusnya masih menjadi CPNS hingga akhirnya berhasil diajukan sebagai PNS sesudah satu tahun masa pra-jabatan. Pekerjaan sebagai PNS sangat dinikmati oleh pria yang hobi hiking dan traveling ini. Namun, setiap pekerjaan pasti memiliki duka tersendiri. Salah satu dukanya adalah berada di bawah sistem yang tidak cukup ideal.

Banyak pekerjaan dari atasan yang seharusnya bukan tanggung jawabnya malah dilimpahkan kepadanya. Hal itu karena orang-orang yang bersangkutan tidak mau atau malas menyelesaikan pekerjaan tersebut. "Banyak pekerjaan yang seharusnya dikerjakan orang-orang yang bersangkutan, tapi tidak dikerjakan malah dilimpahkan kepada kita," tutur Irwan dengan nada kesal.

Pria kelahiran 1984 ini juga mengakui kalau paradigma masyarakat mengenai PNS yang suka bolos jam kerja, pulang seenaknya itu memang benar. Namun kini, intensitas mengenai hal-hal negatif tersebut mulai berkurang karena masuknya orang-orang muda yang lebih berkualitas dan bertanggung jawab. Belum lagi ditambah dengan pergantian gubernur DKI Jakarta.

Sepertinya, sidak yang dilakukan oleh Jokowi di berbagai kantor kelurahan Jakarta sangat berpengaruh terhadap PNS lainnya. Irwan mengatakan kalau orang-orang yang suka berpergian atau bolos pada saat jam kerja di instansinya sudah tidak berani keluar lagi karena takut Jokowi berkunjung ke kantor mereka.

"Saya jelas mendukung gubernurnya Jokowi, pergantian gubernur seperti Jokowi sangat berpengaruh buat PNS sendiri. Jadi, orang-orang nggak mau keluar-keluar lagi," ujarnya sambil tertawa diakhir pembicaraan dengan wolipop.

sumber