Home » » FOTO DAN VIDEO : LAND DIVING TRADISI KEDEWASAAN YANG UNIK DARI VANUATU

FOTO DAN VIDEO : LAND DIVING TRADISI KEDEWASAAN YANG UNIK DARI VANUATU

Written By Ratiz On on Jumat, 25 Januari 2013 | 19.09

Bungee jumping, semua orang pasti sudah mengenal olahraga ekstrem ini. Melompat dari ketinggian dilengkapi tali pengaman berfungsi sebagai pegas ketika akan sampai dibawah sehingga tidak menimbulkan bahaya. Tapi berbeda dengan Bungee jumping yang dilakukan salah satu suku atau masyarakat di Vanuatu ini.

Bungee jumping tersaji lain dari yang biasanya kita jumpai. Pada musim panen sekitar bulan-bulan April – Mei, diselenggarakan sebuah ritual kedewasaan oleh suku Vanuatu di pulau pasifik.

Di balik kepopuleran bungee jumping tentunya ada sosok yang mencetuskan , yaitu Aj Hackett . Berawal dari tanah kelahirannya di Selandia baru , Hacket yang mendapat inspirasi berdasarkan sebuah ritual tribal dari masyarakat vanuatu , membawa tradisi yang mengacu adrenalin ini ke enam negara di dunia , mulai dari Indonesia hingga Rusia .


Dalam ritual kedewasaan ini, para pemuda yang beranjak dewasa diharuskan memanjat konstruksi tiang-tiang kayu setinggi 30 meter bahkan lebih, lalu melompat dari atas dengan kecepatan jatuh kurang lebih 72km/h.

Yang menahan mereka hanyalah seutas tanaman merambat yang dibuat menjadi sebuah tali tambang panjang yang hanya di ikat di kedua kakinya. Salah perhitungan berarti nyawa melayang! Dalam ritual ini setidaknya kepala harus menyentuh tanah.

Ritual ini telah ada setidaknya sejak 15 abad yang lalu. Tradisi Bungee Jumping ini berakar dari legenda Vanuatu tentang seorang istri yang lari dari suaminya dan sedang marah . Syahdan , wanita tersebut memanjat sebatang pohon dan mengancam akan melompat .

Sang suami , Tamale mengejar dan meminta istrinya untuk turun dari pohon , namun perintahnya tidak dihiraukan . Akhirnya sang istri nekat melompat . Tamale yang bingung akhirnya ikut melompat . Hasilnya sang istri selamat karena mengikat kedua kaki dengan akar liana dan Temale (suami) tewas .

Sejak kejadian itu warga meresmikan Naghol sebagai peringatan dari kaum pria bahwa mereka tidak dapat dibodohi lagi oleh para wanita seperti Tamale .

Atas alasan itu juga Naghol hanya di praktikkan oleh para lelaki . Lambat laun tradisi ini berkembang sebagai simbol kejantanan , mereka yang ingin disebut pria sejati hartus melakukannya.


VIDEONYA
 

Link
sumber