Home » » CARA KERJA ROLLER COASTER

CARA KERJA ROLLER COASTER

Written By Ratiz On on Rabu, 30 Januari 2013 | 07.11

Teman-teman pasti sudah pernah merasakan wahana permainan yang satu ini, Roller Coaster. Bagaimana rasanya? Menegangkan dan seru pastinya yaa… Apalagi saat roller coasternya meluncur dari lintasan yang sangat tinggi…Wuuusshh…!!! rasanya tubuh kita ikutan mau terbang…!! Meluncur, menukik…wuuuss…sangat cepaat..!! Eh iya, menurtumu, roller coaster yang bisa melaju secepat itu menggunakan mesin seperti apa ya?


Tahukah kamu, kalau ternyata roller coaster yang mempunyai kecepatan yang luar biasa itu tidak mempunyai mesin loh. Terus, pakai apa dong kalau tidak ada mesinnya? Roller coaster dapat meluncur dengan cepatnya adalah berkat energi potensial.

Oh iya, teman-teman tahu gak, energi potensial itu apa? Energi potensial adalah enargi yang dimiliki benda akibat adanya pengaruh tempat atau kedudukan benda. Masih bingung kenapa energi potensial bisa menggerakkan roller coaster dengan begitu cepat? Jadi begini loh, penjelasannya teman-teman. Simak baik-baik ya.

Roller coaster dinaikkan dulu ke puncak bukit pertama (lintasan roller coaster) dengan menggunakan semacam ban berjalan, seperti pegangan tangan pada tangga berjalan (eskalator) di mall itu loh. Nah, puncak bukit pertama dibuat lebih tinggi dari puncak bukit selanjutnya ataupun dari tinggi loop (lintasan roller coaster yang berbentuk seperti tetes air).

Tujuannya agar roller coaster memiliki energi potensial yang cukup besar sehingga mampu melintasi seluruh lintasan dengan baik. Saat meluncur turun, kecepatan roller coaster semakin lama semakin meningkat. Dan kemudian, roller coaster akan kembali naik dengan cepat menuju langit, wuuuss...!!! Nah, roller coaster yang naik sampai ke tempat yang paling tinggi dan meluncur, memiliki energi potensial.

Saat bergerak ke bawah, energi potensial ini akan berubah menjadi energi kinetik (energi gerak). Semakin ke bawah maka kecepatan geraknya akan semakin bertambah. Hal ini terjadi karena energi potensialnya semakin kecil, sedangkan energi kinetiknya semakin besar.

Ketika roller coaster yang memiliki energi kinetik kembali naik ke tempat yang tinggi, kecepatannya akan menurun sedikit demi sedikit. Energi kinetik roller coaster itu berkurang, sedangkan energi potensialnya akan kembali bertambah. Jadi semakin tinggi suatu benda, semakin besar energi potensialnya.

Perubahan energi potensial menjadi energi kinetik, dan perubahan energi kinetik menjadi energi potensial yang terjadi secara terus menerus inilah yang membuat roller coaster yang tidak memiliki mesin dapat bergerak dengan cepat. Oh iya, saat meluncur dengan cepat, kita akan merasakan seolah-olah seluruh tubuh kita ikut terbang, atau kadang perut jadi mual, bahkan jantung jadi ikut berdesir.

Padahal ini adalah merupakan efek inersia yaitu efek yang membuat jantung dan alat-alat tubuh kita sedikit terangkat dari tempatnya semula (inersia) karena gerakan yang sangat kencang itu. Saat roller coaster berbelok ke kanan, penumpang akan terlempar ke kiri. Sebaliknya, ketika roller coaster berbelok ke kiri, penumpang akan terlempar ke kanan.

Hal ini disebabkan karena adanya gaya sentrifugal. Apa teman-teman sudah pernah mendengar gaya sentrifugal? Gaya sentrifugal adalah gaya yang selalu mendorong sebuah obyek ke luar lengkungan. Karena gaya ini pula maka penumpang akan terlempar lebih keras jika berpegang erat-erat pada batang pengaman. Jadi, jika teman-teman sedang naik roller coaster, usahakan untuk membiarkan tanganmu bebas sambil berteriak-teriak yang kencang yaaaa…