Home » » PSY GANGNAM STYLE SUKSES BUKAN KARENA TARIAN KUDA JINGKRAK

PSY GANGNAM STYLE SUKSES BUKAN KARENA TARIAN KUDA JINGKRAK

Written By Ratiz On on Selasa, 06 November 2012 | 21.26


PSY pantas untuk merasa bangga usai video dan single Gangnam Style sukses. Dan berkat itu pula, PSY berhasil go intertational.

Banyak pertanyaan yang hadir, mengapa rapper tersebut dapat dengan mudah memperoleh popularitas yang tinggi, padahal lagu yang ia publikasikan biasa-biasa saja, apa itu berkat tarian kuda jingkrak yang terdapat pada Gangnam Style?

Harvey Mason Jr, seorang produser sekaligus penulis lagu yang berasal dari Amerika Serikat berpendapat bahwa kesuksesan yang diperoleh oleh PSY merupakan murni karena lagu Gangnam Style. Dan hal tersebut bukan dikarenakan tarian kuda jingkrak.

Mereka, penikmat musik di Amerika, lebih memberikan penilaian terhadap lagu ketimbang tarian pada Gangnam Style.


“PSY mampu sukses bukan karena tarian kuda jingkrak yang ia bawakan. Di Amerika sendiri, bila lagunya memang bagus, para pendengar dan penikmat musik tidak mempedulikan dari mana artis tersebut berasal.” tuturnya.

“Jika lagu yang diluncurkan oleh PSY berikutnya bagus, maka ia akan memperoleh kesuksesan selanjutnya.” tambahnya. Harvey Mason Jr pernah bekerja sama dengan penyanyi-penyanyi top, seperti Whitney Houston, Chris Brown, Beyonce, hingga Taeyeng Big Bang, ia mengungkapkan bahwa PSY masih sedang berada di titik awal suksesnya.

“PSY baru saja berada di awal kesuksesan yang ia peroleh. Dia memiliki kharisma serta energi yang dapat membuat orang-orang menjadi tertarik dengan musik yang ia bawakan.” tutur Harvey. “Dan aku yakin dengan kekuatan pada Kpop.” Selain itu, Harvey juga mengungkapkan bahwa hambatan terbesar para artis Kpop untuk dapat menembus pasar internasional ialah budaya dan bahasanya.

Padahal, berdasarkan penuturan dari Harvey, ikatan antara penikmat musik serta artis harus dapat tercipta. Meskipun begitu, Harvey menegaskan bahwa hal tersebut bukan berarti para publik di Amerika lebih menyukai artis Korea yang bernyanyi dengan gaya barat.

“Kami tidak berharap para penyanyi Korea menyajikan musik dengan gaya Amerika, tarian serta kostum mewah hanya akan bertahan sementara. Di sini, kualitas penyanyi lebih dibutuhkan.” ujar Harvey. sumber