Home » » SURVEI : KEBANYAKAN WANITA TIDAK MEMPERMASALAHKAN UKURAN MR P

SURVEI : KEBANYAKAN WANITA TIDAK MEMPERMASALAHKAN UKURAN MR P

Written By Ratiz On on Jumat, 19 Oktober 2012 | 00.35


Dalam penelitian yang dilakukan University of the West of Scotland disebutkan, hanya perempuan yang gampang orgasme melalui intercourse saja yang peduli dengan ukuran Mr P pasangannya. Sementara perempuan yang masih kesulitan mencapai klimaks melalui penetrasi (jumlahnya sekitar separuh dari 323 mahasiswi yang menjadi responden penelitian ini) tidak begitu mempermasalahkannya.

Dalam hasil penelitian yang dimuat di Journal of Sexual Medicine itu, para responden ditanya mengenai riwayat hubungan seksual mereka, dan apakah panjang penis memengaruhi kemampuan mereka mencapai orgasme. Dari survei tersebut, diketahui tiga problem utama kaum pria, yaitu disfungsi ereksi, ejakulasi dini, dan penurunan testosteron pada pria yang lebih tua.

Dalam riset lain yang tertuang dalam artikel Penis size: Survey of Female Perceptions of Sexual Satisfaction, jika ditanya mana yang lebih penting dalam memengaruhi kepuasan hubungan (apakah panjang atau lebar penis), mayoritas perempuan ternyata memilih lebarnya.

Di lain pihak, hasil survei Psychology Today terhadap 1.500 pembacanya, pria justru lebih peduli pada panjang penisnya. Sebanyak 71 persen responden perempuan menganggap pria terlalu mempermasalahkan ukuran penis, padahal yang dikhawatirkan perempuan adalah kebersihannya.

Mengenai impian kaum pria untuk membesarkan penisnya, para pakar kesehatan menekankan bahwa tidak ada tindakan non operasi yang bisa meningkatkan ukuran penis secara signifikan. Pompa penis bisa saja membantu menciptakan ereksi yang lebih kuat, namun tidak akan menghasilkan penis yang lebih besar. Menurut studi dari Journal of Urology, hal ini disebabkan penis tersusun dari jaringan erektil yang lunak, bukan otot, sehingga tidak bisa dipertebal atau diregangkan.

"Sayangnya, bahkan operasi pun hanya menawarkan peningkatan ukuran yang kecil," papar Dr David Miller, direktur medis di WA Sexual Health Centre.

Ia mengakui, beberapa dekade terakhir telah terjadi perkembangan prosedur peningkatan ukuran penis dalam segala cara. Dari minum pil, di-vacuum, ditambal, dioles gel, krim, disemprot obat, bahkan diberi peregang. Tetapi, tak seorang petugas medis pun yang bisa menjanjikan perubahan yang signifikan.

"Pada akhirnya, para pria harus mulai belajar bahwa memerhatikan pasangan itu tak selalu ada hubungannya dengan ukuran penis, tetapi bagaimana Anda melakukannya. Hanya saja, memang bagi banyak pria, mampu mengalami ereksi yang kuat adalah bagian utama dari kelelakian dan karakter mereka," paparnya.[Ach/Trib]

sumber