Home » » BUDIDAYA BLIMBING MADU KHAS TUBAN

BUDIDAYA BLIMBING MADU KHAS TUBAN

Written By Ratiz On on Sabtu, 11 Desember 2010 | 16.18

Blimbing madu sekarang ini menjadi salah satu buah favorit yang banyak diburu masyarakat. Pelaku budidaya buah khas Tuban pun semakin banyak ketiban berkah dari usaha perkebunan yang dikelolanya.
Seperti yang dirasakan Nur Khozin, warga desa Tasikmadu, kecamatan Palang, Tuban yang selama ini mengelola perkebunan blimbing madu seluas 5 hektare di dekat rumahnya. Dari perkebunan ini, ia mampu memanen sebanyak empat kali dalam setahun.
Setiap panen, Nur Khozin, biasa menghasilkan 5 ton blimbing madu yang setiap kilonya, dijual dengan harga Rp. 5.000. Hasil panen ini dipasarkan dalam kota Tuban sendiri.
"Belum pernah sampai menjual ke luar kota. Selama ini, hasil panen sudah habis untuk dipasarkan di wilayah Tuban sendiri," ungkapnya.
Lelaki yang juga berstatus PNS ini memulai budidaya blimbing madu sejak tahun 2005. Dalam mengelola perkebunan, ia mengaku hanya melakukan perawatan biasa, layaknya pemilik perkebunan blimbing pada umumnya.
Misalnya, melakukan penyiraman rutin, memberi pupuk dan memberikan semprotan obat anti hama secara berkala.
"Selain itu, selalu merapikan batang-batang pohon yang terlihat semrawut. Sebab, dengan batang yang tidak terlalu panjang dan banyak, pohon blimbing semakin banyak buahnya.
Sekilas area itu memang nampak seperti perkebunan blimbing pada umumnya. Pohon-pohon blimbing yang tumbuh juga setinggi rata-rata 1,5 meter layaknya pohon blimbing dibanyak tempat. Namun, setelah mencoba rasa blimbing dari perekebunan di sebelah timur pusat Kota Tuban ini, siapapun akan menyatakan heran.
Meski bentuknya juga biasa-biasa saja, blimbing madu memiliki daging buah yang tebal dan halus, serta rasanya manis seperti madu. " Karena rasanya yang manis itulah, blimbing jenis ini biasa disebut blimbing madu, dan buah jenis ini hanya ada di Tuban," terang Nur Khozin.
Rasa unik yang dimiliki blimbing madu dari perkebunannya tersebut bukan dari bibit atau perawatannya. Rasa itu timbul karena tanah yang ditanami. "Rasa ini murni karena faktor tanah. Bukan bibit atau yang lainnhya," tegasnya.
Dengan rasanya yang khas dan unik tersebut, bukan hanya warga Tuban saja yang menggemari blimbing madu. Para penggemar buah dari berbagai daerah juga tak sedikit yang rela datang sampai ke Tuban, hanya untuk mendapatkan blimbing jenis madu tersebut.
"Setiap kali lewat Tuban, saya selalu mampir untuk membeli blimbing madu. Sebab, rasanya yang unik dan tidak sama dengan blimbing pada umumnya," kata Fajar, bapak satu anak asal Kabupaten Jombang.
Selain enak dimakan, Dion menyatakan, bahwa ada banyak khasiat yang terkandung dalam blimbing madu, diantaranya adalah sebagai sumber vitamin A dan C sebagai antioksidan.
Buah ini juga mampu mencegah penyebaran sel-sel kanker, meningkatkan daya tahan tubuh serta mencegah sariawan.
(Laporan dari Tuban, Desember 2010)