Home » , » REKRUTMEN PRAMUGARI DI TIONGKOK KOK ADA YANG TELANJANG

REKRUTMEN PRAMUGARI DI TIONGKOK KOK ADA YANG TELANJANG

Written By Ratiz On on Minggu, 18 Mei 2014 | 08.13


Unik - Sebuah maskapai penerbangan terkenal di Tiongkok pada April 2014 mengadakan proses regenerasi tahunan dan rekrutmen pramugari. Seleksi ketat sejak awal sudah diterapkan.

Proses seleksi lanjutan salah satunya dilaksanakan di aula milik Universitas Qingdao. Para calon pramugari yang berasal dari berbagai daerah di Tiongkok dan sejumlah negara mengikuti proses seleksi dengan mengenakan bikini.

Salah satu proses pada awal seleksi penerimaan pramugari. Salah satu kandidat menjalani screening awal apakah bertato atau tidak

Para kandidat pramugari diharuskan berlenggak-lenggok bagaikan seorang peragawati di atas catwalk dengan mengenakan bikini dan ditonton oleh banyak orang di tribun aula serta dijadikan acara televisi. Hal inilah yang memicu kecaman di Tiongkok khususnya di dunia maya seperti Sina Weibo.


Para kandidat yang lolos seleksi awal sedang mengantre untuk menjalani seleksi berikutnya di aula Universitas Qingdao

Sebenarnya proses rekrutmen demikian sudah menjadi standar dalam perekrutan pramugari di seluruh dunia. Dimana para kandidat diharuskan menanggalkan pakaiannya untuk menjalani tes medis, khususnya untuk memeriksa apakah (maaf) payudara mereka implan silikon atau bukan. Hal ini bisa dimaklumi di banyak negara, karena payudara yang berisi implan amat membahayakan terkait dengan perbedaan tekanan udara dan hal-hal lain yang bisa menyebabkan pecahnya implan tersebut.

Bahkan mereka harus rela menahan dingin ketika menunggu giliran

Salah satu agenda dalam proses seleksi di Universitas Qingdao ini adalah para kandidat pramugari diharuskan berlenggak-lenggok dengan hanya mengenakan bikini dan ditonton oleh banyak orang dan bahkan dijadikan acara televisi

Namun, proses rekrutmen seperti ini dianggap tidak pantas di Tiongkok. Beberapa waktu lalu, maskapai penerbangan BUMN Republik Indonesia pernah mendapat gugatan hukum di Korea Selatan karena hal yang sama. (China News, Weibo)