Home » » CARA CERMAT MEMILIH BISNIS WARALABA

CARA CERMAT MEMILIH BISNIS WARALABA

Written By Ratiz On on Senin, 01 Oktober 2012 | 19.37


Bisnis waralaba semakin hari semakin berkembang pesat. Bukan hanya waralaba asing (KFC, Hoka Hoka Bento, dll), waralaba lokal (Indomart, Superindo, Alfamart, Primagama, Es Teller 77, Waroeng Steak, Steak Obong, Mie Gadjah Mada, dll) pun sangat populer dan berhasil mendulang sukses. Waralaba adalah bisnis yang menggunakan sistem yang relatif lebih baku, investasi yang dibutuhkan lebih besar, persyaratan legal formal lebih detil dan biasanya menuntut perhitungan-perhitungan bisnis lebih matang serta tentu saja, diikuti risiko bisnis yang lebih besar. Untuk itu perlu ketelitian ekstra dalam menentukan pilihan jenis waralabanya. Berikut ini Tips jitu untuk mempertimbangkan dan menganalisa waralaba yang paling cocok dengan Anda:

1. Mengenali Kekuatan. 
Bisnis waralaba membutuhkan modal yang lumayan besar, apalagi jika Anda berniat membeli waralaba asing. Sejak awal Anda harus bisa mengukur kemampuan keuangan Anda sebagai pijakan memilih. Hindari penggunaan jasa broke. Sulit dipungkiri kalau broker tertentu hanya berorientasi supaya Anda mau membeli waralaba yang ditawarkan. Biasanya mereka lebih berpikir di sisi kepentingannya sendiri untuk mendapatkan komisi dari pembelian Anda.

2. Analisa Tren Pasar. 
Pertimbangakan apakah jenis waralaba yang hendak Anda beli sedang trend di pasaran atau setidaknya masih memiliki prospek ke depannya. Lakukan analisa apakah waralaba tersebut mempunyai potensi menciptakan trend baru, mengembangkan pasar yang lebih luas dan masih bisa bertahan seandainya kondisi perekonomian secara makro mengalami penurunan. Jenis waralaba makanan dan pendidikan biasanya lebih stabil dan tahan banting oleh benturan krisis ekonomi. Karena 2 jenis waralaba tersebut cenderung memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, kebutuhan akan pendidikan dan pangan. Tidak terlepas pula, pertimbangan terhadap faktor karakteristik kota tempat waralaba dibuka. Perkembangan jenis waralaba tertentu di kota Yogyakarta terkadang akan berbeda dengan kota Semarang. Misalnya, saat ini perkembangan waralaba jenis pendidikanjustru mulai berkembang pesat di kota-kota kecil. Hal ini dikarenakan masyarakat di level-level kota kecil sudah mulai menyadari pentingnya pendidikan.

3. Prospek dan Penerimaan.
Sejalan dengan analisa trend pasar, prospek dan penerimaan jenis waralaba tertentu di suatu negara berbeda dangan di negara lain. Cara mendeteksinya adalah melalui angka-angka penjualannya, bandingkan dengan kompetitor sejenis, tentunya dengan parameter pengukuran yang sama, seperti harga, pelayanan dan jenis barang.

4. Meneliti Proposal. 
Waralaba yang bagus harus dapat menyediakan sebuah rencana bisnis (business plan) yang menyeluruh yang dilengkapi dokumen-dokumen pendukung yang valid. Dokumen pendukung biasanya terdiri atas : profil pewaralaba, latar belakang bisnis, hak & tanggung jawab masing-masing pihak, biaya pendaftaran, modal awal, royalti, biaya iklan, materi pelatihan dsb . Informasi tambahan yang perlu Anda dapatkan secara mandiri adalah apakah perusahaan tersebut sedang bermasalah/bersengketa atau tidak, apakah mendapat izin usaha dari Diretur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan Deperindag, terdaftar di asosiasi frenchise atau Kadin dll

5. Proyeksi Keuntungan. 
Jangan memilih waralaba yang terlalu sedikit proyeksi keuntungan (marginal income) karena justru akan menguras tenaga dan pikiran Anda dalam jangka waktu panjangnya. Namun sebaliknya, jangan pula memilih waralaba dengan janji-janji pendapatan yang menggiurkan, walau sebenarnya palsu. Seperti iklan bisnis perumahan di majalah-majalah asing (Work Out Of Your Home! Get Quick Rich From Your Home!, dll) , seringkali keuntungan yang diperoleh tidak sehebat iklannya. Beberapa di antaranya justru seperti program skema piramid atau program penggandaan uang yang dilarang di hampir semua negara. Lalu bagaimana? Gunakan saja rumus perhitungan waralaba, GS-E = C (GS = Gross Sales; E=Expense yang dikeluarkan dalam setahun; C=Cash Flow).Pertimbangkan komponen biaya operasional dan pengeluaran lain dalam menentukan nilai expenses.

6. Tenaga Kerja. 
Pilihlah waralaba yang mempekerjakan sedikit karyawan. Keuntungan yang Anda peroleh adalah : lebih mudah dalam pengelolaan dan tidak membebani biaya operasional (gaji/tunjangan).Pilihlan waralaba yang memberikan pelatihan standard kepada karyawan Anda.

7. Keuangan dan Dukungan. 
Hal ini terkait dengan masalah apakah pewaralaba dapat memberikan bantuan finansial kepada Anda (terwaralaba) jika anda mengalami kesulitan keuangan nantinya. Pewaralaba yang baik akan selalu memberikan asistensi saat Anda menjalankan bisnis Anda dan akan selalu memonitor hingga sistemnya berjalan dengan baik. Perlu Anda pastikan pula bahwa anggaran pelatihan, asistensi dan monitoring sudah harus terakomodasi (include) dalam sistem bisnis yang ditawarkan

8. Lokasi. 
Pelajari dengan sekasama apakah lokasi yang Anda inginkan memenuhi kriteria persetujun pembelian. Pewaralaba yang bagus pasti menyediakan data dan informasi yang akurat menyangkut kondisi lokasi yang menjadi syarat pembelian. Lokasi yang disyaratkan biasanya terkait dengan luas lokasi, target pasar, proyeksi penjualan yang bisa dicapai, kelancaran transportasi, sarana-sarana pendukung di sekitarnya dan termasuk informasi tentang kompetitor.

9. Kunjungi Kantor. 
Sebelum Anda menentukan pilihan, sangat dianjurkan untuk mengunjungi kantor pewaralaba atau bahkan pemilik langsung bisnis waralaba tersebut. Disin, selain Anda bisa menilai kesungguhan dan kejujuran mereka, Anda juga bisa menanyakan segala hal tentang hak dan kewajiban Anda. Selanjutnya Anda juga sangat disarankan mengunjungi kantor terwaralaba yang sudah beroperasi minimal satu atau dua tahun sebelumnya. Di sana, Anda dapat menimba pengalaman, mengetahui tingkat kesuksesan dan sekaligus hanbatan mereka. Semakin banyak pertanyaan, semakin banyak yang anda dapatkan dan semakin besar pula peluang Anda mendapatkan bisnis waralaba yang paling pas untuk Anda.

sumber