Home » » TABUNGAN DI BANK HILANG 4 M, DAUD LAPOR POLISI

TABUNGAN DI BANK HILANG 4 M, DAUD LAPOR POLISI

Written By Ratiz On on Senin, 01 April 2013 | 22.08

Malang benar nasib Daud Wibawa. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pengusaha yang bergerak di bidang perhubungan tersebut harus kehilangan uang tabungannya sebesar Rp 4 miliar yang disimpan di Bank Mandiri.


Korban yang merasa tak pernah melakukan transaksi pun sempat melakukan protes kepada pihak bank, namun tak membuahkan hasil yang memuaskan korban.

Hingga akhirnya, Daud memutuskan untuk melaporkan hal tersebut ke Mabes Polri. "Saya sudah melaporkan kasus tersebut pada November 2012 lalu.

Dalam laporan polisi bernomor Lp/889/XI/2012/PMJ/Bareskrim," ujar Daud saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Senin (1/4). "Tapi dilimpahin ke Polda.

Jadi sekarang sedang diusut oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus," lanjutnya. Terkait pelaporannya, Daud melaporkan tindak pidana perbankan yang terjadi sejak Mei 2003 hingga September 2011 oleh Bank Mandiri Cabang Krekot di Jalan Samanhudi, No.11, Jakarta Pusat.

"Saya sudah cukup lama menjadi nasabah Bank Mandiri di cabang itu dan ternyata rekening saya berkurang sejak tahun 2003 hingga 2011 senilai Rp 4 miliar lebih," paparnya.

Daud yang datang ke Dirkrimsus Polda Metro Jaya untuk mengetahui perkembangan hasil penyelidikan kasus itu mengatakan, selama itu dirinya tak pernah melakukan transaksi terkait pengambilan uang sebesar itu.

"Laporan pengambilan uang sebesar itu tercatat dalam print out yang dikeluarkan bank, tercatat ada 160 transaksi atas nama dan tanda tangan pemilik rekening.

Padahal saya tidak pernah melakukan transaksi," ucapnya lagi. Daud menuding pihak bank telah melakukan tindak pidana dengan memalsukan tanda tangan dan identitas korban untuk melakukan transaksi pengambilan.

"Saya berharap ada itikad baik dari pihak bank untuk menyelesaikan kasus ini, namun protes saya tak ditanggapi sehingga jalur hukum saya tempuh," imbuh Daud sambil menunjukkan sejumlah bukti print out transaksi yang dinilainya fiktif itu.

sumber