Home » » PSIKOLOG : AYAM KAMPUS ADA KARENA PERMINTAAN

PSIKOLOG : AYAM KAMPUS ADA KARENA PERMINTAAN

Written By Ratiz On on Minggu, 17 Februari 2013 | 09.41

Jakarta - Bisnis esek-esek di kalangan mahasiswa bukan cerita baru lagi. Mereka, yang biasa disebut ayam kampus sudah ada sejak lama, bahkan belasan tahun lalu. Tapi kini, ditunjang teknologi yang canggih membuat para ayam tumbuh subur menjamur.


Dulu 'pemesan' tidak memungkinkan pesan jarak jauh. Biasanya datang atau lewat perantara. Tapi sekarang, menurut psikolog A Kasandra Putranto, kecanggihan teknologi juga ikut berperan dalam perkembang biakan para ayam. "Sekarang lewat BBM juga bisa kan?" kata Kasandra kepada Tempo.

Menurut pandangannya, 10 atau bahkan 20 tahun lalu orang tidak terang-terangan melakukan bisnis ini. Tetapi sekarang, menurutnya, seiring permintaan pasar yang tinggi, orang jadi lebih berani dengan peredaran ayam kampus. Dengan mengirimkan foto orang sudah bisa memilih pesanannya.

Tentunya dengan penawaran yang super dalam hal penampilan, seperti wajah cantik dan juga badan seksi. Tidak seperti PSK pada umumnya, ayam kampus biasanya punya standarisasi tersendiri. Bisa dibilang lebih high class. Pemesannya pun biasanya dari kalangan atas.

Dalam hal ini pola pikir masyarakat perlu diajak melihat dari sudut pandang si pemesan. Bagi Kasandra, ayam kampus dalam dunia esek-esek ini sama seperti barang supply. Soal solusi, menurutnya tentu akan berbalik pada jumlah demand yang ada.

"Kenapa harus dilihat dari si ayam? Mereka itu supply, kalau yang pesan ada terus ya gimana mau dihilangkan?" katanya. Tidak seperti kebanyakan sudut pandang yang menghakimi para ayam kampus, Kasandra, justru berharap masyarakat bisa berpikir dari sisi berlawanan.

Seperti apapun solusinya, selama lelaki hidung belang di luar sana masih terus bergerilya memesan ayam untuk 'disantap', tentunya jaringan ayam kampus tidak akan bisa putus.

Selama si ayam merasa keinginannya terpenuhi dari penghasilannya menjajakan diri, dan selama lelaki hidung belang masih suka jajan ayam kampus, pertumbuhan bisnis ini akan tetap ada.

Bahkan akan cenderung meningkat dengan meningginya tuntutan gaya hidup, yang menurut Psikolog Kasandra, menjadi salah satu motif bagi para ayam untuk menjajakan diri mereka.

sumber