Home » , » PERJALANAN BISNIS BUKA PELUANG PERSELINGKUHAN

PERJALANAN BISNIS BUKA PELUANG PERSELINGKUHAN

Written By Ratiz On on Selasa, 19 Februari 2013 | 07.22


New York : Berada di jalan untuk waktu yang lama rawan untuk pasangan yang sudah menikah. Perjalanan bisnis bisa membuka jalan untuk perselingkuhan. Lihat saja film 'Up in The Air' pada 2009, yang dibintangi George Clooney dan Vera Farmiga.

Dua orang yang terlibat perselingkuhan saat bepergian untuk pekerjaan. Meskipun belum ada data pasti berapa banyak pelancong bisnis bisa terlibat kisah asmara di perjalanan, terapis hubungan dan analisis mengatakan itu sering terjadi pada orang yang masing single ataupun yang sudah menikah.

Pasangan yang terlibat cinta terlarang itu bisa melakukan hubungan satu malam atau perselingkuhan yang panjang. Pasangan itu bisa saja rekan kerja, teman, atau orang asing. Gail Saltz, seorang Profesor Psikiatri di New York Presbyterian Hospital Weill-Cornell School of Medicine, mengatakan, orang-orang bertemu dengan orang yang berbeda selama perjalanan bisnisnya.

Ketika menghabiskan waktu di bar hotel dengan minum alkohol, wisawatan jadi kurang terkontrol. "Ada perasaan yang berbeda ketika Anda melakukan perjalanan," ujar Saltz seperti dikutip dari USAToday, Jumat (15/2/2013).

Apapun kondisinya, romansa di dalam perjalanan bisa merusak hubungan Anda karena melibatkan perselingkuhan. "Mengapa orang-orang selingkuh di sepanjang perjalanan? Ini aman, mereka tak bisa tertangkap, tak seorang pun akan melihat mereka, dan mereka mempunyai kesempatan mengurangi perasaan bersalah saat naik pesawat atau di rumah mobil," ujar David Wygant, Ahli Hubungan dan Pelatih di Marina Del Rey, California.

Seorang pria bernama Davis mengakui, ia pernah berselih. Ia sadar kalau perbuatannya salah. Ia mulai menyelingkuhi istrinya saat bepergian untuk bekerja karena itu sungguh mudah. "Beberapa kali, ketika perusahaan membayari Anda pergi ke tempat ekslusif dengan pemandangan yang hebat, Anda berada jauh dari segala sesuatu," kata Davis (42). 

"Kau berharap pasanganmu ada di sana. Dan mereka tidak," jelasnya. Rekan kerja dan mantan pacar bisa saja berada dalam tugas yang sama sementara istrinya tak ikut dalam perjalanan. Salah satu yang bisa mengarah ke perselingkuhan, lanjut Davis, keduanya bersama-sama.

Davis mengaku perselingkuhannya berlangsung selama setahun dan keduanya berhubungan ketika terlibat dalam perjalanan pekerjaan. Kini, pria dari Houston itu sudah bercerai dan menulis buku 'Black Man's Version To Exhale'. Ia mengaku menyesali perbuatannya setiap kali berselingkuh dari istrinya.

"Saya merasa malu. Saya malu," ujarnya. "Ini adalah perasaan yang sangat bersalah, terutama ketika saya pulang ke rumah dan mengingat perselingkuhan itu," tambahnya. Kini, Davis sudah bertunangan dengan wanita lain. Ia juga masih suka melakukan perjalanan bisnis, tapi ia tak mau mengkhianati tunangannya.

"Itu tidak layak," katanya tentang perselingkuhannya. Rasa salah bisa menjadi salah satu konsekuensi dari perselingkuhan saat bepergian. Tapi, Jane Greer, Pakar Hubungan dan penulis 'What About Me? Stop Selfishness for Ruining Your Relationship', mengatakan, bahaya lain dari perselingkuhan adalah Anda mengakhiri dengan menyakiti orang yang Anda selingkuhi.

Menurutnya, pria atau wanita bisa saja menganggapnya sebagai cinta satu malam, tapi orang yang diselingkuhi ingin sesuatu yang lebih. Situasi semakin kacau jika pria malah membawa penyakit seksual menular. "Peselingkuh cenderung tidak berhati-hati," ujar Wygant."Mereka mencintai risiko.

Ini merupakan sensasi bagi mereka," tambahnya. Jika itu terjadi, Anda mungkin berharap pasangan Anda mencari tahu tentang perselingkuhannya. Bahkan untuk para lajang, juga bisa menghadapi bahaya ketika terlibat perselingkuhan di perjalanan.(Mel/Igw)

sumber