Home » » BAYAR RP 17,5 JUTA HANYA UNTUK LIHAT MARIA OZAWA SELAMA 70 MENIT

BAYAR RP 17,5 JUTA HANYA UNTUK LIHAT MARIA OZAWA SELAMA 70 MENIT

Written By Ratiz On on Senin, 18 Februari 2013 | 19.03

Penurunan uang masuk dari bisnis video porno di Jepang saat ini terasa sekali karena begitu murah biaya sewa video atau DVD video tersebut, bisa mencapai 200 yen seminggu atau sekitar Rp 23,38 ribu ( kurs Rp 116 per yen). Padahal di beberapa tahun lalu semurahnya bisa mencapai 500 yen seminggu(Rp 58,4 ribu) .Karena itu ada upaya meningkatkan penjualan dengan mengangkat kembali, para artis porno terkenal di Jepang dengan berbagai cara.


Terkait dengan video atau DVD porno tersebut, penampilan di klub malam juga menjadi sangat penting. Misalnya klub TA di Shibuya yang banyak menampilkan artis porno terkenal, satu di antaranya adalah artis campuran Jepang-Kanada, Maria Ozawa.

Menurut mingguan Playboy Jepang edisi 23 November lalu, Maria memang sudah lama terdaftar di klub tersebut. Untuk mengangkat kembali popularitas Maria, sekaligus menghidupkan kembali bisnis klub tersebut dan dunia hiburan porno termasuk perederan video dan atau DVD porno di Jepang, Maria dihadirkan kembali di sana.

Bulan lalu Maria muncul dan karcis masuk, hanya untuk melihat Maria tampil saja, selama 70 menit, tidak boleh menyentuh, hanya melihat tontonannya saja, per orang paling murah 150.000 yen atau sekitar Rp 17,5 juta, dan saat pembukaan pendaftaran, langsung 200 orang mendaftar untuk hadir di sana. 

Satu bukti artis-artis porno yang sudah punya nama memang masih populer sampai saat ini di Jepang dan dipakai kembali untuk mendongkrak kembali kepopuleran bisnis kaum dewasa ini di segala sektor. Sebagai perbandingan, menonton tarian telanjang di kawasan Kabukicho Tokyo saat ini selama kurang lebih satu jam hanya sekitar 6.000 yen (Rp 700 ribu) per orang.

Artis porno lain yang juga masih populer di Jepang. Nayuka Mine, juga dipanggil kembali, diaktifkan kembali dan ternyata terbukti sama tontonan penuh sekali dengan karcis per orang ratusan ribu yen. Dengan memanggil balik para artis terkenal, dunia kaum hawa ini memang kembali semarak.

Lihat saja artis cantik yang punya payudara besar ini, Hiyori Shiraishi, setelah enam tahun hilang dari masyarakat, ternyata maju lagi ke pentas umum dan muncul di Bellagio yang ada di Minami Azabu Tokyo belum lama ini. Tak salah lagi semua karcis terjual habis dan video nya kini jadi incaran banyak penggemarnya di mana-mana.

Sumber Tribunnews.com di dunia hiburan malam mengungkapkan, “Tampaknya Shiraishi muncul kembali setelah selama ini bekerja sebagai karyawan kantor biasa, untuk alasan pribadinya. Dia tampil sebanyaknya dua kali sebulan dan dengan tarif yang dia inginkan sendiri serta juga dengan lelang, yang berani bayar paling mahal, dialah yang bisa hadir melihatnya.

Kalau sudah demikian bisa saja mencapai satu juta yen per orang bagi yang gila suka sekali sama Shiraishi.” Dengan kembalinya artis porno populer, seolah-olah pintu bagi artis porno baru semakin tertutup untuk sementara, atau semakin sulit menjadi artis porno untuk bisa menjadi populer.

Sementara baliknya artis porno Jepang menyemarakkan dunia hiburan malam saat ini ada dua tujuan. Pertama selain untuk membangkitkan kembali nilai komersial yang semakin jatuh, tampaknya di lain pihak bagi mereka juga butuh banyak duit untuk kehidupan pribadinya karena perekonomian Jepang sedang dalam kelesuan saat ini. Setidaknya, para penyandang dana pemuja artis porno yang bersangkutan, mungkin mulai seret ke luar uang bagi para artis porno tersebut.

Akibatnya sang artis mencari jalan sendiri untuk mendapat tambahan uang masuk. Keragaman klub malam juga penting. Msalnya klub DW di kawasan Roppongi menampilkan artis baru Luna. Menurut manajernya, “Luna memang baru memulai karirnya yang tampaknya bagus sehingga banyak yang percaya dia bisa menjadi bintang yang populer dalam waktu dekat.

Demikian pula artis Nana Takeshita, yang juga bisa main segalanya, saya yakin akan semakin populer.” Dengan suasana resesi di Jepang saat ini, para artis banyak yang mulai berpikir keras sendiri. Kalau bermain film porno saat ini paling menerima sekitar 2-3 juta yen (Rp 233 juta – Rp 350 juta) . Lalu tak dapat uang apa-apa lagi selanjutnya.

Padahal di masa lalu bisa menerima sedikitnya 4 juta yen(Rp 467 juta) . Tetapi kalau melakukan deri-heru (wanita panggilan) sekali panggilan masih bisa dapat sedikitnya 500.000 yen (Rp 58 juta). Kalau sebulan 10 kali dapat panggilan sudah dapat 5 juta yen (Rp 584 juta) dan hal ini bisa terjadi berulang-ulang. Pemunculan artis terkenal yang diumumkan di banyak tempat juga mengandung banyak risiko balik (bumerang).

Setelah banyak sekali yang mem-booking, tetapi kemudian ada customer yang terpaksa ditolak karena sudah penuh, maka akan membawa dampak kurang baik bagi dunia malam.Pelanggan tersebut biasanya akan menjelekkan segalanya baik klub maupun si artis.

Memang tidak mudah mengelola artis porno yang sudah populer. Tidak sedikit laki-laki maniak di Jepang yang bersedia mengeluarkan jutaan yen untuk sekedar bertemu sang artis. Kalau cuma satu dua orang tak masalah, kalau sudah puluhan orang, pasti sang artis kewalahan dan pihak pengusaha juga semakin pusing, walau pun menerima uang banyak sih.

Nah lo? Biasanya di sinilah para yakuza mulai bermain agar tercipta win-win solution, semua pihak sama-sama senang. Apalagi sang yakuza tentu juga akan menerima komisi yang tidak kecil untuk seorang artis populer. Lagi-lagi yakuza ikut campur. Wajarlah ini dunia gemerlap malam, di situlah anggota geng sindikat tersebut selalu muncul.

sumber