Home » » SAAT BERCINTA, PEREMPUAN LEBIH BERISIK DARI PASANGANNYA

SAAT BERCINTA, PEREMPUAN LEBIH BERISIK DARI PASANGANNYA

Written By Ratiz On on Jumat, 11 Januari 2013 | 19.52

Perempuan punya kemiripan saat sedang di lapangan tenis maupun di atas ranjang yakni sama-sama berisik karena selalu melenguh dan kadang berteriak. Menurut penelitian, perempuan memang lebih berisik dari laki-laki saat sedang becinta.


Berisiknya suara perempuan di lapangan tenis antara lain bisa terwakili oleh petenis Russia, Maria Sharapova. Mantan petenis putri nomor satu di dunia ini memiliki lenguhan di atas 100 desibel (dB) dan disebut-sebut sebagai petenis paling berisik di dunia.

Demikian juga di atas ranjang, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa perempuan mengeluarkan suara lebih banyak dan lebih keras dibanding laki-laki. Bukan cuma melenguh, sesekali perempuan juga mengerang dan bahkan berteriak entah karena keenakan atau memang sedang kesakitan.

Yang jelas menurut survei terbaru dari perusahaan sextoy, lovehoney.co.uk ini menunjukkan bahwa 94 persen perempuan mengaku sangat berisik saat bercinta. Pengakuan ini dibenarkan oleh 70 persen laki-laki yang merupakan pasangan seks para partisipan perempuan.

Berdasarkan hasil survei inilah, banyak orang mengatakan bahwa di atas tempat tidur perempuan sama berisiknya dengan di lapangan tenis. Laki-laki juga banyak bersuara dalam kedua kegiatan tersebut, namun intensitasnya tidak sekeras para perempuan.

Tidak ada penjelasan ilmiah yang benar-benar memuaskan tentang fenomena ini, sehingga para ahli sampai sekarang masih dalam tahap menduga-duga. "Itu tergantung faktor individual. Beberapa orang berteriak-teriak saat menonton konser, sementara yang lain nonton saja tanpa ada suara.

Itu bukan berarti tidak sama-sama menikmati," kata Tracey Cos, seorang pakar seks seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (3/7/2012).

Salah satu dugaan terkait suara perempuan yang lebih berisik dari laki-laki antara lain adalah karena orgasme pada perempuan biasanya lebih intens dibandingkan laki-laki.

Ketika orgasme yang dirasakannya lebih intens dan mendalam, maka teriakan rasa puasnya akan lebih keras. Dugaan lain mengatakan bahwa permepuan butuh mengeluarkan suara berisik agar terlihat sangat menikmati.

Selama ini beberapa perempuan sering memalsukan orgasme dengan harapan pasangannya tidak kecewa, sehingga waktu benar-benar menikmati suaranya malah jadi berlebihan.

sumber