Home » » PASAR PALING BERBAHAYA DI DUNIA

PASAR PALING BERBAHAYA DI DUNIA

Written By Ratiz On on Senin, 07 Januari 2013 | 17.40

Sekilas, pasar ini kelihatan sama seperti pasar tradisional yang lain, menjual buah dan sayur-sayuran. Namun kalau dilihat dari dekat, pasar ini adalah yang paling berbahaya di dunia. Bukan karena barang-barang yang dijual disana berbahaya tetapi karena lokasinya diatas rel kereta api! Bayangkan, lapak dagangannya cuma 2 cm dari rel kereta. 


Jika biasanya pasar mengambil lahan di bantaran rel, sekitar 5-10 meter dari rel kereta, tapi pasar ini cuma memerlukan 2 cm untuk menggelar lapaknya. Bukan hanya itu, para pedagang juga mendirikan tenda lapaknaya hingga ke tengah rel. 

Kengerian pada foto ini belum seberapa dan pedagang serta pembeli santai aja 

Para pedagang tidak merapikan dagangannya kalau kereta lewat. Mereka hanya minggir dan melipat tenda. Dagangannya dibiarkan di rel dan gilanya dagangan tersebut tidak rusak karena terkena atau terlindas kereta. Gila! 

Ngeri sekaligus unik: kok dagangan tidak ada yang terlindas? 

Aktivitas di Pasar Maeklong seolah berhenti berdenyut apabila kereta api datang. Para pedangang dan pembeli sudah terbiasa dengan situasi ini dimana begitu sirene berbunyi tanda kereta akan datang, semua pembeli akan menyingkir ke tempat yang jauh dari rel sedangkan para pedagang akan mengangkat dan meminggirkan tenda lapak mereka. 

Sebab tenda yang mereka buat memang sengaja dibuat agar dapat dilipat. Mereka hanya perlu menggotong tiang tenda saja, sedangkan barang dagangannya tidak ada yang disingkirkan. 


Kereta akan berjalan perlahan, sekitar 15 km / jam. Ngerinya, bahagian bawah kereta hampir menyentuh barang dagangan para pedagang di pasar ini. Para pendagang seakan sudah fasih menaruh barang daganganya agar tidak terlindas kereta, walau hanya berjarak jarak 2 cm dari rel! 

Dan setelah kereta lewat, para pedagang akan menggelar kembali tenda lapak mereka. Pembeli kembali berdatangan dan aktivitas pasar kembali normal. Sudah berkali-kali Pemerintah setempat berusaha merelokasi para pedagang. 

Tapi para pedagang mengadakan perlawanan, sebab mereka mengaku para orangtua dan buyut mereka sudah menduduki tempat ini lebih dulu jauh sebelum rel dibuat, iaitu pada tahun 1905. 

Setiap harinya, pasar ini akan dilalui kereta sebanyak 7 kali. Pagi hari ada 4 kereta yang lewat, dan selebihnya siang dan petang hari. Para pedagang sudah hafal dengan jadwal perjalanan kereta. Jadi, mereka santai saja apabila kereta hendak lewat.

sumber