Home » » MANOHARA, SEPI JOB, BISNIS BANGKRUT

MANOHARA, SEPI JOB, BISNIS BANGKRUT

Written By Ratiz On on Senin, 07 Januari 2013 | 00.03

Drama pernikahan berujung cerai dengan Tengku Muhammad Fakhry dari Kesultanan Kelantan-Malaysia, me­lambungkan nama Manohara di dunia hi­buran tanah air. Namun tidak lama, Mano mulai jarang wara-wiri lagi. Kini dia kembali jadi sosialita, bergaul de­ngan kaum elite.

MANOHARA 

“Hidup Mano tidak seperti dulu. Cari duit dan relasi, dia sama ibunya bergaul sama banyak pejabat. Macam-macam urusannya, makanya nggak heran kalau Mano sering digosipin affair sama pejabat atau tokoh tertentu.

Ya begitu lah,” ungkap sumber kepada Rakyat Merd­eka di Jakarta, akhir pekan lalu. Karena status sosialita itulah, Mano masih menjomblo. Banyak pria yang suka lalu mundur karena takut dia ‘kemahalan’, susah didekati apalagi dipa­cari.

Situasi kian pelik, manakala Ma­no juga gagal berbisnis. “Siapa sih yang nggak suka, Mano kan cantik terus body-nya seksi. Masa lalunya jadi bukan masalah lagi sebe­narnya. Tapi ya itu, dia jadi keliatan ter­lalu elite. Padahal hidupnya juga la­gi susah, dia bangkrut, bisnisnya ga­gal,” sambung sumber.

Saat dijumpai beberapa waktu lalu, Mano mengaku masih sendiri. Dia ber­kelit belum punya pacar karena fokus bekerja. “Singkat aja, emang belum ada, tapi bu­kan trauma. Hal seperti itu tidak bisa ditar­getin, ya pasrah aja.

When it’s come, it’s come. Lagi fokus di kerjaan,” tampik Mano. Dia tak terlalu ribet masalah kriteria kekasih idaman. Yang terpenting, pa­car atau calon suaminya itu pengertian tak seperti Fakhry. “Kalau mau cakep kayak apa pun, kalau ngomong nggak nyambung dan nggak ada chemistry.

Yang penting sa­ling menghormati dan saling mencintai,” jelasnya. Soal bisnis, Mano berkelit tidak gagal. Ia memutuskan tidak melan­jutkan bisnis kosmetiknya.

Namun, bukan karena alasan finansial alias bangkrut. “Bisnis kosmetik ada sedikit beda pendapat sama orang marketing, jadi ya aku hold dulu. Sebenarnya masih banyak yang sudah pakai dan mau pesan lagi, tapi sekarang stock habis.

Aku nggak mau bikin lagi dulu, stop dulu. Di­ma­tangin dulu, baru aku keluarin lagi. Aku nggak mau paksain,” tutur dara blas­te­ran Amerika-Bugis ini.

[Harian Rakyat Merdeka]
sumber