Home » » 7 TAHUN KOMA, OBAT TIDUR MEMBANGUNKAN

7 TAHUN KOMA, OBAT TIDUR MEMBANGUNKAN

Written By Ratiz On on Minggu, 06 Januari 2013 | 10.59

Sebuah keajaiban terjadi pada seorang pria Afrika Selatan yang selama 7 tahun terakhir ini terbaring dan tak bisa bergerak di rumah sakit. Pria itu akhirnya terbangun setelah meminum sebuah pil 'ajaib' pemberian istrinya.


Sebuah kecelakaan fatal terjadi pada sebuah malam di jalanan daerah Eastern Cape, tahun 2005 silam. Ayanda Nqinana, pria yang terlibat kecelakaan tersebut, di bawa ke rumah sakit East London's Newhaven Hospital dalam kondisi panggul dan kakinya retak.

Tapi, luka fisiknya tersebut tak seberapa dibandingkan kondisi tak sadarnya yang berlangsung hingga 7 tahun kemudian. Selama suaminya terbaring koma, Nomfundo dan anaknya yang baru berusia 2 tahun ketika kecelakaan tersebut terjadi, selalu rajin mengunjungi rumah sakit dan berharap agar suaminya itu memberikan tanda-tanda kepulihan.

Bertahun-tahun ia menyaksikan suaminya sendiri dalam keadaan terbaring, mata terbuka, tapi tidak dapat berbicara, dan bereaksi dengan keadaan sekitar. Nomfundo selalu khawatir jika suaminya tersebut sudah menghilang dari tubuhnya yang terbaring lemah tak berdaya.

Hingga pada tanggal 12 Agustus lalu, seorang teman Nomfundo, Nceba Mokoena, menemukan sebuah artikel mengenai kesembuhan ajaib yang menimpa seorang korban kecelakaan di daerah Gauteng. Dalam artikel tersebut tertulis bahwa seorang pria bernama Louis Viljoen, yang sudah terbaring dalam kondisi koma selama 5 tahun, diberikan setengah tablet pil tidur oleh ibunya.

Sang ibu ketika itu merasa jika anaknya tersebut tidak dapat tidur dengan tenang. Secara mengejutkan, Viljoen tiba-tiba terbangun dan mengucapkan "Hello Ibu." Nceba pun langsung menghubungi Nomfundo untuk menanyakan apakah ia sudah membaca artikel tersebut, dan apakah ia sudah mencoba pil tidur untuk membangunkan suaminya.

Di rumah sakit, dokter Ayanda memperingatkan Nomfundo agar tidak terlalu percaya dengan artikel di surat kabar, tapi Nomfundo tetap bersikeras untuk mencoba jalur pengobatannya sendiri. Akhirnya sang dokterpun menyetujui keputusan Nomfundo untuk memberikan pil obat tidur 'Stilnox' kepada Ayanda.

Obat itu ternyata tidak bereaksi seperti dengan apa yang terjadi pada Louis Viljoen. Sudah lima hari terlewati tanpa ada sedikitpun tanda-tanda kepulihan. Tapi pada tanggal 29 Agustus, telepon Nomfundo berdering.

Dari balik telepon, dokter Ayanda menanyakan apakah Nomfundo bisa mengunjungi rumah sakit, karena saat itu suaminya sedang berbicara. Nomfundo pun langsung bergegas menuju rumah sakit, dan ketika ia sampai di dalam ruangan suaminya ia mendengar suara: "Apakah kamu disini? Mereka memanggilmu untuk kesini?" Itu adalah kalimat pertama yang ia dengar dari suaminya setelah tersadarkan dari tidur panjangnya selama 7 tahun.

"Saya sangat kagum, dan air mata saya langsung mengalir membasahi pipi. Saya tak dapat percaya Ayanda dapat berbicara kembali," ujar Nomfundo. Selain karena ototnya yang melemah, kondisi Ayanda ternyata cukup baik. Ingatannya berangsur-angsur pulih, dan Ayanda amat menikmati percakapannya dengan sang anak, yang kini sudah berusia 9 tahun.

Setelah kasus ini terjadi, kepala departemen kesehatan Eastern Cape, Dr Siva Pillay, berkata bahwa ia akan memperbaharui peraturan mengenai penggunaan obat. Saat ini peraturan baru yang mengijinkan penggunaan obat yang lebih luas sedang diformulasisasikan.

Obat tidur yang dapat membangunkan orang koma selama bertahun-tahun? Entah apakah kejadian ini akan menjadi iklan yang baik atau justru buruk bagi obat tidur tersebut.

sumber